Selasa, 27 Juli 2010

Syahru Ramadhan

deskripsi gambarTidak lama lagi, akan datang tamu agung ke tengah-tengah kehidupan kita, yakni bulan Ramadhan, bulan yang penting bagi ummat Islam. Bulan itu merupakan ajang kita untuk bertadharru’, meratap kepada Allah agar segala kesusahan, kedlaliman dan diskriminasi dijauhkan dari kita. Dan semoga umat ini juga ditunjukkan jalan yang benar, yaitu jalan dimana para pejuang kebenaran diberikan kejayaan atas orang-orang pembuat kerusakan. Semoga Allah menggandeng tangan umat ini kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Tinggal beberapa hari lagi, kita kedatangan bulan Romadhan. Sudah sewajarnya kita menyambutnya dengan suka cita.


Bulan Ramadhan adalah bulan yang istimewa bagi umat muslim. Pertama karena al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan. Selain itu di dalam bulan yang Ramadhan ini Allah menjauhkan semua penyebab kehancuran dan kemaksiatan, syaitan diikat, hingga tidak kuasa untuk membujuk manusia melakukan kemaksiatan yang keji dan terlarang, karena manusia sibuk melakukan ibadah, mengekang hawa nafsu mereka dengan beribadah, berdzikir dan membaca al-Qur’an. Ini sekaligus penggugah hamba beriman bahwa tidak ada alasan lagi untuk meninggalkan ibadah dan taat kepada Allah ataupun melakukan maksiat karena sumber utama penyebab kemaksiatan, yaitu syetan telah dibelenggu.

Maka sangat beruntunglah bagi mereka yang mau memanfaatkan kesempatan tersebut, dan mudah-mudahan menjadi salah satu dari mereka yang dimuliakan dan diselamatkan dari api neraka di bulan suci tersebut. Sesungguhnya Allah membebaskan hamba-Nya dari siksa neraka karena beberapa amal : ada yang karena mentauhidkan Allah, ada yang karena sholat dan zakat, dan pembebasan pada bulan Ramadhan adalah karena puasa dan barakah yang terkandung di dalamnya, dengan banyaknya dzikir dan taubat yang di lakukan dalam bulan suci itu. Nabi Muhammad s.a.w. telah menceritakan dari tuhannya (Allah).;

“Barang siapa berpuasa di bulan suci itu dengan beriman dan mengharap pahala dari sisi Allah maka diampuni segala dosa yang telah ia lakukan di masa lalu”

Dan dalam riwayat yang lain dikatakan,

“Barang siapa menghidupkan malam lailatul qadar dengan beriman dan bertulus hati maka diampunilah dosa yang telah ia lakukan”.

Nah, agar ramadhan yang akan datang kita bisa menjalaninya dengan sukses, maka perlu ada persiapan-persiapan yang baik. Sekarang apa saja yang perlu kita siapkan untuk menjamu tamu kita? Di sini akan diutarakan beberapa hal yang harus kita siapkan dalam menghadapi tamu idaman kita itu, bukan bermaksud untuk menggurui pembaca, tapi mungkin ada terselip sedikit manfaat yang dapat kita ambil dari apa yang ada.

Di antara persiapan tersebut adalah:

a. Persiapan Mental

Islam selalu mengajarkan kita dalam melaksanakan amal shaleh harus diawali dengan niat yang tulus. Bahkan dalam beberapa amal shaleh, niat itu merupakan syarat atau rukun dari amal yang akan dilaksanakan. Secara psikologis niat sangat membantu amal yang akan dilakukan dan memberikan dampak yang sangat positif. Niat akan memunculkan sebuah semangat dan ketahanan seorang muslim dalam melaksanakan ibadah. Oleh karena itulah niat menjadi pilar utama dalam beribadah. Ramadhan adalah bulan yang dipenuhi oleh ibadah yang akan dilakukan orang-orang beriman selama sebulan. Oleh karenanya, diperlukan kesiapan mental dalam menyongsong pelbagai macam bentuk ibadah tersebut, khususnya puasa, bangun malam, tarawih dan lain-lain. Tanpa persiapan mental yang prima, maka orang-orang beriman akan cepat loyo dalam beribadah atau bahkan meninggalkan sebagian ibadah sama sekali. Kesiapan mental sangat dibutuhkan pada saat menjelang hari-hari terakhir, karena tarikan keluarga yang ingin belanja mempersiapkan hari raya, pulang kampung dan sebagainya, sangat mempengaruhi umat Islam dalam menunaikan kekhusyukan ibadah Ramadhan. Padahal, kesuksesan ibadah Ramadhan seorang muslim dilihat dari akhirnya. Jika akhir Ramadhan diisi dengan ‘i`tikâf dan taqarrub serta ibadah lainnya, maka insya Allah, dia termasuk yang sukses dalam melaksanakan ibadah Ramadhan.

b. Persiapan spiritual

Persiapan ruhiyah dapat dilakukan dengan memperbanyak ibadah, seperti memperbanyak membaca al-Qur’an, puasa sunnah, dzikir, do’a dan lain-lain. Dalam hal ini Rasulullah saw. mencontohkan kepada umatnya dengan memperbanyak puasa di bulan Sya`ban, sebagaimana yang diriwayatkan `A’isyah ra.:

“Saya tidak melihat Rasulullah saw. menyempurnakan puasanya, kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak melihat dalam satu bulan yang lebih banyak puasanya kecuali pada bulan Sya`ban.” (HR Muslim).

Bulan Sya`ban adalah bulan di mana amal shaleh diangkat ke langit. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis:

“Dari Usamah bin Zaid berkata, saya bertanya: “Wahai Rasulullah, saya tidak melihat engkau puasa di suatu bulan lebih banyak melebihi bulan Sya`ban”. Rasul saw. bersabda: “Bulan tersebut banyak dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan diangkatnya amal-amal kepada Rabb alam semesta, maka saya suka amal saya diangkat sedang saya dalam keadaan berpuasa.” (Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa’i dan Ibnu Huzaymah).

Sebenarnya inilah hal-hal yang selama ini sering kita lupakan. entah itu karena kita tidak tahu, karena lalai, dan bahkan kita tahu, tapi berpura-pura tidak tahu.

c. Persiapan Fisik dan Materi

Fisik dan materi sangat menopang ibadah di bulan Ramadhan yang dilakukan seorang Muslim. Seorang Muslim tidak akan maksimal dalam berpuasa jika fisiknya lemah. Oleh sebab itu kita dituntut untuk menjaga kesehatan fisik, kebersihan diri sendiri, rumah, dan bahkan lingkungan kita. Rasulullah saw. justru mencontohkan kepada umatnya agar selama berpuasa tetap memperhatikan kesehatan dalam berpuasa jika fisiknya lemah. Oleh sebab itu kita dituntut untuk menjaga kesehatan fisik, kebersihan diri sendiri, rumah, dan bahkan lingkungan kita. Rasulullah saw. justru mencontohkan kepada umatnya agar selama berpuasa tetap memperhatikan kesehatan.

Menjaga kesehatan adalah bagian dari ajaran agama. Oleh karena itu berulang kali Rasulullah saw. mengingatkan umatnya agar meminta kesehatan kepada Allah dan menjaganya supaya tidak merugi, karena kesehatan adalah salah satu modal terpenting kita untuk bisa beribadah.

Orang yang merugi adalah yang tidak menggunakan kesehatannya untuk kebaikan dan yang lebih rugi lagi tidak menjaga kesehatannya. Rasullah saw. bersabda dalam hadist sahih riwayat Tirmidzi

“Dua nikmat Allah yang di situ banyak orang merugi, yaitu nikmat kesehatan dan waktu luang”

Ya karena banyak orang menyia-nyiakan kesehatan dan waktu luangnya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.

d. Persiapan Ilmu.

Yang satu ini jangan dianggap remah. Jangan mentang-mentang sudah setiap tahun melakukan puasa, lalu menganggap semua persoalan puasa sudah diketahui. Ingatlah bahwa salah satu syarat diterimanya amal adalah mutaba’ah. Yakni mengikuti sunnah dan tuntunan Rasulullah saw. Ibadah yang dilakukan tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah tidak ada nilainya, sebagaimana sabda Rasulullah saw;

Barangsiapa mengamalkan suatu amal perbuatan, yang bukan merupakan perintah kami, maka ia tertolak (HR Muslim)

nah, agar ibadah bisa sesuai dengan sunnah Rasulullah itulah, kita dituntut untuk senantiasa mempelajari amal kita. berkaitan dengan amaliyah bulan ramadlan ini, maka kita pun harus persiapkan ilmu yang berkaitan dengan persoalan Ramadlan. Agar kita bisa menjalani kewajiban agung di bulan yang penuh dengan berkah ini dengan optimal. dan pahala kita diterima oleh Allah swt.
www.muslimdaily.net

Selasa, 20 Juli 2010

“Gaza Kecil” Pun Hadir di Mavi Marmara

deskripsi gambarBelum lagi relawan sampai ke Gaza, ‘Gaza Kecil’ telah hadir di Kafilah Freedom Flotilla
Gaza Tak Butuh Aku

Dari waktu ke waktu, aku perlu memperingatkan diriku bahwa Al-Quds tidak membutuhkan aku. Gaza tidak membutuhkan aku. Palestina tidak membutuhkan aku.

Masjidil Aqshamilik Allah dan hanya membutuhkan pertolongan Allah. Gaza hanya butuh Allah. Palestina hanya membutuhkan Allah. Bila Allah mau, sungguh mudah bagiNya untuk saat ini juga, detik ini juga, membebaskan Masjidil Aqsha. Membebaskan Gaza dan seluruh Palestina. Akulah yangbutuh berada di sini, suamiku Dzikrullah-lah yang butuh berada di sini karena kami ingin Allah memasukkan nama kami ke dalam daftar hamba-hambaNya yang bergerak – betapa pun sedikitnya – menolong agamaNya. Menolong membebaskan Al-Quds.
Sungguh mudahmenjeritkan slogan-slogan, Bir ruh, bid dam, nafdika ya Aqsha… Bir ruh bid dam, nafdika ya Gaza!

Namun sungguh sulit memelihara kesamaan antara seruan lisan dengan seruan hati.

Demikian renungan ruhani Santi Soekanto, salah satu dari 12 orang relawan Indonesia yang ada di kapal Mavi Marmara untuk misi Freedom Flotilla. Di atas kapal itu ia bersama suaminya, Dzikrullah W. Pramudya, wartawan Hidayatullah Media Group yang juga pernah memimpin majalah Suara Hidayatullah. Seorang lainnya dari Hidayatullah Media Group adalah Surya Fachrizal.

Santi menuliskan renungannya ini saat kapal Mavi Marmara sedang berhenti bergerak di Laut Mediterania untuk menanti datangnya satu lagi kapal dari Irlandia dan datangnya sejumlah anggota parlemen beberapa negara Eropa yang akan ikut dalam kafilah Freedom Flotilla menuju Gaza. Sementara pada saat itu berbagai ancaman Israel terus disebarkan untuk menghadang kafilah Freedom Flotilla.

Kapal Mavi Marmara berikut Kafilah Freedom Flotilla berangkat dari Pelabuhan Antalya, Turki, pada Kamis 27 Mei. Tujuan perjalanan ini untuk menembus pengepungan Israel demi mengantarkan bantuan kemanusiaan ke Gaza, kawasan Palestina, yang sudah hampir 4 tahun terakhir ini diembargo secara militer, politik, dan ekonomi oleh Israel, Amerika Serikat, Mesir, dan lain-lain. Dalam kafilah ini terdapat 600 orang aktivis kemanusiaan dari lebih 50 negara.

Kafilah terdiri dari 9 kapal yang digerakkan oleh 6 organisasi non-pemerintah dari Turki, Inggris, Swedia, Yunani, Aljazair, dan Malaysia, di bawah kordinasi IHH (Insani Yardim Fakvi, organisasi kemanusiaan terbesar di Turki). “Dengan membersihkan hati dan meluruskan niat, hanya untuk mencari ridha Allah, Bismillahirrahmaanirrahiim… kami berdua belas mewakili 220 juta rakyat Indonesia, ikut dalam kafilah ini membantu saudara-saudara kita di Gaza yang sedang dizalimi sekaligus menyatakan 'tidak' kepada kebiadaban penjajahan Israel selama 63 tahun terakhir ini,” kata Ust. Ferry Nur, Ketua delegasi Indonesia yang juga Ketua Umum KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina), menjelang keberangkatan.

Fahmi Bulent Yildirim, Presiden IHH, menyatakan, kafilah Freedom Flotilla, akan berlayar dari perairan internasional langsung ke perairan Gaza yang jauhnya lebih 80 mil dari perairan yang dikuasai Israel. “Jadi sebenarnya tidak ada alasan bagi Israel untuk menghalangi masuknya kapal-kapal ini ke Gaza,” tegas Bulent.

Namun apa yang terjadi? Sesaat setelah kafilah Freedom Flotilla bergerak kembali menuju Gaza, Zionis Israel yang dikenal dengan perilaku barbarnya menyerang pada Senin pagi 31 Mei seusai salat Subuh. Penyerangan dilakukan saat kapal Mavi Marmara berada di perairan internasional. Kantor berita BBC mengatakan, Israel melakukan serangan dan penangkapan terhadap kafilah di perairan internasional, yang jaraknya lebih dari 150 km (90 mil) di lepas pantai Gaza.

Akibat serangan mematikan Angkatan Laut Zionis Israel tersebut, 9 orang syuhadah dan 40 orang lainnya luka-luka akibat tertembak. Dua di antara korban tembakan tentara Israel adalah Oktavianto Emil Baharudin dari KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina) dan Surya Fachrizal, wartawan Hidayatullah Media Group.

Menggambarkan saat penyerangan dan sesudahnya Dzikrullah W. Pramudya, wartawan Hidayatullah Media Group dan pendiri Sahabat Al-Aqsha.com mengatakan, "Saya bersama 11 orang saudara Indonesia lain ditaqdirkan Allah berada di kapal Mavi Marmara, kapal utama kafilah kemanusiaan Armada Kebebasan (Freedom Flotilla). Kapal itu menuju Gaza, tapi sebagaimana Anda ketahui, kapal itu diserbu dan dibajak oleh tentara komando Israel. Sembilan orang relawan syahid. Dari sekitar 40 orang yang luka-luka, ada 2 orang dari Indonesia. Yang satu Oktavianto dari KISPA, tangan kanannya patah kena peluru sampai tulangnya terlihat. Yang satu lagi Surya, wartawan Majalah Suara Hidayatullah, peluru menghantam dada kanannya terus bersarang di perut kanan dan sekarang sudah dikeluarkan. Lalu kami ditangkap dan sempat dipenjara. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah…

Ketika sekitar 600 orang relawan kemanusiaan di kapal itu diborgol, ditodong senjata, dibentak, dipukul, ditendang, dan dijemur di terik matahari Laut Tengah oleh tentara komando Israel bersenjata lengkap dan bertutup muka…



Kekejian di “Gaza Kecil”

Setelah serangan barbar pasukan Zionis Israel itu, enam dari delapan kapal Freedom Flotilla, termasuk Mavi Marmara, berlabuh di Pelabuhan Ashdod yang dikuasai Israel. Status kapal-kapal tersebut seluruhnya berada dalam kontrol tentara Israel. Pemerintah Israel menahan dan memenjarakan para aktivis yang ikut dalam rombongan misi kemanusiaan tersebut jika mereka tidak mau dideportasi ke negara asalnya. Sedikitnya 600 orang aktivis yang berada di atas kapal ditahan Israel.

Yang menarik, aparat Israel membuat tipu daya kepada aktivis yang ditahan saat mereka diinterogasi. Mereka disebutkan memasuki Israel secara ilegal. Pengalaman Edward Peck dari AS contohnya. Mantan Dubes AS untuk Mauritania, Edward Peck, yang ikut dalam rombongan kapal Mavi Marmara, mengungkapkan pengalamannya saat diinterogasi.

"Israel secara illegal menguasai Gaza, seperti yang dipahami oleh dunia. Malah Israel mengatakan, 'Anda tidak bisa masuk ke wilayah ini karena kami sedang mempertahankan diri.' Ketika kami ditangkap dan diarahkan ke Ashdod, salah seorang pejabat Israel bertanya kepada saya bahwa saya akan dideportasi. Saya jawab, Ok. Lalu dia berkata, 'Anda telah melanggar hukum Israel.' Lalu saya jawab, 'maaf, saya diarahkan ke sini, hukum Israel apa yang saya langgar?'"

"Dan dia menjawab, 'Anda masuk ke wilayah Israel secara illegal. Saya bilang, 'OK, kapal ditangkap secara paksa dan saya dibawa kemari dengan paksa, di bawah tekanan, dan terpaksa masuk ke negara Anda yang bertolak belakang dengan keinginan saya, dan Anda sebut saya masuk secara illegal’ Lalu kita berbicara dengan bahasa dan pijakan yang berbeda. Namun itulah mengapa mereka mendeportasi saya, karena saya dianggap masuk secara illegal (padahal) saya tidak ingin masuk ke sana."

Sementara Santi di hadapan petugas imigrasi dipaksa membubuhkan sidik jarinya pada sebuah mesin dalam suatu interogasi. Namun Santi menolak melakukannya. "Anda telah memasuki negara Israel, sehingga Anda harus melakukannya!" kata petugas imigrasi Israel.

"Aku tidak masuk Israel. Aku tidak datang ke sini dengan pilihan. Prajurit Anda menculik dan membawa aku ke sini dengan paksa, "jawab Santi.

"Apakah Anda menolak untuk melakukan ini?"

"Saya menolak."

"Anda harus melakukannya!" Pria itu sekarang mulai berteriak dengan pembuluh darah di leher menggembung.

Dia kemudian beralih ke orang lain, kemungkinan atasannya, dan berbicara cepat dalam bahasa Ibrani. Orang kedua itu lantas mendekati Santi, masih berdiri di depan sebuah kamera digital yang terpasang pada bagian atas mesin.

"Dengar, ini hanya untuk tujuan ID. Letakkan saja jari Anda di sana." Orang kedua itu mencoba memberi alasan pada Santi.

"Anda mengambil gambar saya, Anda telah mengambil paspor saya, apa lagi yang Anda butuhkan? Bagaimana saya tahu bahwa Anda tidak akan menggunakan sidik jari saya untuk beberapa tujuan lain, mungkin untuk mengikuti gerakan saya," ucap Santi tetap menolak.

"Saya berjanji kepada Anda bahwa kami tidak akan menggunakannya untuk mengikuti aktivitas Anda ..."

Santi tertawa mendengarnya. "Tentara Anda telah membunuh orang , sekarang Anda membuat janji..."

"Saya baru saja bepergian ke beberapa negara seperti Thailand, dan saya juga harus memberikan sidik jari saya ada di sana," kata pria itu lagi, suaranya sekarang meningkat.

"Anda bepergian, aku diculik…" ucap Santi. Lain lagi dengan yang dialami Ken O'Keefe, relawan asal Amerika Serikat keturunan Irlandia. Dia mengalami luka berat justru ketika berada di Israel.

Pada hari Sabtu (5/6), Ken mengatakan, dia diserang secara brutal oleh tentara Israel di bandara sebelum diberangkatkan ke Turki. Akibatnya Ken harus dirawat akibat kekerasan fisik minimal tiga kali lipat lebih berat dibandingkan ketika ia turun dari kapal. Dia dirawat inap di rumah sakit akibat luka-luka pukulan tersebut."Pada insiden penyerangan tentara Israel di kapal Mavri Marmara, saya ditanya, 'apakah saya menggunakan kamera atau mempertahankan kapal?'" kata Ken.

“Saya secara antusias berkomitmen untuk mempertahankan kapal. Meskipun saya termasuk orang yang tidak suka kekerasan, kenyataannya saya percaya cara tanpa kekerasan harus jadi pilihan pertama. Meski demikian, saya bergabung dengan usaha pertahanan Mavri Marmarra karena memahami kekerasan bisa saja dilakukan terhadap kami dan kemungkinan kami juga terpaksa untuk menggunakan kekerasan dalam bela diri. Saya mengatakan hal itu langsung kepara agen Israel, mungkin dari Mossad atau Shin Bet. Dan saya katakan, pada serangan yang dilakukan pagi hari itu, saya secara langsung terlibat dengan usaha pelucutan senjata atas dua pasukan komando Israel.”

“Hal itu harus dilakukan atas pasukan komando yang sudah membunuh dua orang saudara relawan yang saya lihat hari itu. Satu relawan ditembak dengan peluru bersarang di dahinya, tampak jelas sebagai eksekusi. Saya tahu pasukan komando berusaha membunuh ketika saya berhasil merebut pistol ukuran 9 mm dari salah satu anggotanya. Saya memegang senjata itu di tangan saya dan sebagai mantan Angkatan Laut AS dengan pelatihan senjata yang cukup, saya sangat mampu menggunakan senjata tersebut ke arah pasukan komando yang mungkin telah membunuh salah satu relawan.
Namun, saya tidak melakukan itu. Saya mengambil senjata itu, mengeluarkan peluru yang merupakan peluru tajam asli, kemudian memisahkannya dan menyembunyikan senjata itu. Saya melakukan hal itu dengan harapan kami dapat mengatasi serangan tersebut dan mengajukan senjata itu sebagai bukti dari percobaan kriminal pihak Israel untuk suatu pembunuhan massal.”

“Saya juga membantu secara fisik memisahkan satu anggota komando dari serangan senapan, ketika relawan lain dilemparkan ke laut. Kami pun menguasai tiga orang pasukan komando tanpa senjata dan tak berdaya. Mereka hidup karena belas kasihan kami. Mereka sangat jauh dari jangkauan anggota komando lain yang berniat membunuh. Mereka di dalam kapal dan dikelilingi oleh sekitar 100 relawan atau lebih. Saya melihat ke arah mata tiga pria tersebut dan saya yakin mereka memiliki rasa takut terhadap Tuhan di dalam diri mereka. Mereka juga memandang ke arah kami dan berharap kami memahami jika sedang berada di posisi mereka. Saya tidak ragu, mereka tidak percaya akan ada jalan mereka bisa selamat hari itu. Mereka tampak seperti anak kecil yang ketakutan di hadapan ayah yang kejam. Namun, mereka tidak menghadapi musuh yang tak berperasaan hari itu. Bahkan, relawan wanita menyediakan pertolongan pertama dan kemudian mereka dibebaskan dengan memar, tapi hidup. Mereka dapat hidup di hari esok. Dapat merasakan matahari di atas kepala dan memeluk orang tercinta. Tak seperti para relawan yang dibunuh. Meskipun kami berduka atas kehilangan saudara-saudara yang meninggal, merasa marah terhadap para tentara itu, namun kami melepas mereka…”

Sedang bagi Dzikrullah, apa yang dialaminya tertuang dalam suratnya, “Ya Allah… Kami berniat pergi ke Gaza untuk menengok saudara-saudara kami yang sedang diembargo, dikepung, diancam, Alhamdulillah, belum lagi sampai kami di Gaza, sudah Engkau hadirkan “Gaza” ke dalam kapal ini. Rupanya inilah suasana yang setiap hari dirasakan saudara-saudara kami di Gaza, di Masjidil Aqsha, di Palestina…”

“Ya Allah… Kami merasakan penjajahan dan penindasan yang menjijikkan ini beberapa belas jam, paling lama berpuluh jam, tapi saudara-saudara kami merasakannya setiap hari selama embargo 3 tahun ini. Bahkan saudara-saudara kami di seluruh Palestina dan Masjidil Aqsha merasakannya setiap hari selama 63 tahun dijajah Israel…”

Memang Gaza hanya membutuhkan pertolongan Allah, karena Gaza milik Allah, tetapi perjuangan para relawan niscaya tidak akan sia-sia.
www.hidayatullah.com

Sabtu, 17 Juli 2010

MER-C Berhasil Tembus Gaza

deskripsi gambarMER-C berharap semua anggota tim dapat masuk dan berkumpul untuk menindaklanjuti program pembangunan Rumah Sakit Indonesia.

Lima relawan MER-C, Kamis (15/7) jam 4 sore atau sekitar jam 21.00 WIB akhirnya berhasil menembus Gaza melalui perbatasan Rafah di Mesir.

Kelima tim MER-C tersebut adalah; dr. Joserizal Jurnalis, SpOT., Ir. Faried Thalib, dr. Arief Rachman, Ir. Nur Ikhwan Abadi dan Abdillah Onim.

Sebelum masuk Gaza, dr. Arief Rachman, salah satu anggota Tim MER-C sempat berkirim SMS.

“Alhamdulillah, kami sudah di Imigrasi Mesir. Selangkah lagi, insya Allah akan tiba di Jalur Gaza. Allahu Akbar.," demikian isi pesannya.

Sementara 5 anggota Tim lainnya; yaitu Ir. M. Baagil dan 4 wartawan, setelah melakukan negosiasi habis-habisan dengan petugas imigrasi di perbatasan tetap belum bisa masuk ke Gaza.

Mereka harus menunggu izin dari Kementerian Luar Negeri Mesir yang hingga saat ini masih dalam proses.

MER-C berharap semua anggota tim dapat segera masuk dan berkumpul di Gaza untuk menindaklanjuti program pembangunan Rumah Sakit Indonesia.

Sementara itu, rencananya 5 relawan MER-C yang sudah masuk ke Gaza akan melakukan sejumlah pertemuan dengan pejabat dan departemen terkait untuk membicarakan mengenai program pembangunan rumah sakit.

Tim MER-C juga akan mengunjungi tanah waqaf dari pemerintah Palestina di Gaza yang terletak di Bayt Lahiya Gaza Utara yang diterima oleh Tim MER-C sejak awal tahun 2009 lalu.

Dokumen lengkap mengenai Rumah Sakit juga telah dibawa serta untuk dipresentasikan secara langsung kepada pejabat terkait mengenai bentuk dan teknis pembangunan.
http://hidayatullah.com/berita/viva-palestina/12589--5-relawan-mer-c-berhasil-tembus-gaza

BIOGRAFI IBNU KATSIR

deskripsi gambarNama lengkap Ibnu Katsir ialah, Abul Fidâ ‘Imaduddin Isma’il bin Syeh Abi Haffsh Syihabuddin Umar bin Katsir bin Dla`i ibn Katsir bin Zarâ` al-Qursyi al-Damsyiqi. Ia di lahirkan di kampung Mijdal, daerah Bashrah sebelah timur kota Damaskus, pada tahun 700 H. Ayahnya berasal dari Bashrah, sementara ibunya berasal dari Mijdal. Ayahnya bernama Syihabuddin Abu Hafsh Umar ibn Katsir.

Ia adalah ulama yang faqih serta berpengaruh di daerahnya. Ia juga terkenal dengan ahli ceramah. Hal ini sebagaimana di ungkapkan Ibnu Katsir dalam kitab tarikhnya (al-Bidâyah wa al-Nihâyah). Ayahnya lahir sekitar tahun 640 H, dan ia wafat pada bulan Jumadil ‘Ula 703 H. di daerah Mijdal, ketika Ibnu Katsir berusia tiga tahun, dan dikuburkan di sana.

Ibnu Katsir adalah anak yang paling kecil di keluarganya. Hal ini sebagaimana yang ia utarakan; “ Anak yang paling besar di keluarganya laki-laki, yang bernama Isma’il, sedangkan yang paling kecil adalah saya “. Kakak laki-laki yang paling besar bernama Ismail dan yang paling kecilpun Ismail.

Sosok ayah memang sangat berpengaruh dalam keluarga. Kebesaran serta tauladan ayahnyalah pribadi Ibnu Katsir mampu menandingi kebesaran ayahnya, bahkan melebihi keluasan ilmu ayahnya. Dibesarkan dalam keluarga yang taat beragama, serta senantiasa menjunjung nilai-nilai keilmuan, mampu melahirkan sosok anak saleh dan bersemangat dalam mencari mutiara-mutiara ilmu yang berharga dimanapun. Dengan modal usaha dan kerja keras Ibnu Katsir menjadi sosok ulama yang diperhitungkan dalam percaturan keilmuan.

Ibnu Katsir mulai sedari kecil mencari ilmu. Semenjak ayahnya wafat kala itu Ibnu Katsir baru berumur tiga tahun, selanjutnya kakaknya bernama Abdul Wahab yang mendidik dan mengayomi Ibnu Katsir kecil. Ketika genap usia sebelas tahun, Ia selesai menghafalkan al-Qur`an.

Pada tahun 707 H, Ibnu Katsir pindah ke Damaskus. Ia belajar kepada dua Grand Syaikh Damaskus, yaitu Syaikh Burhanuddin Ibrahim Abdurrahman al-Fazzari (w. 729) terkenal dengan ibnu al-Farkah, tentang fiqh syafi’i. lalu belajar ilmu ushul fiqh ibn Hâjib kepada syaikh Kamaluddin bin Qodi Syuhbah. Lalu ia berguru kepada; Isa bin Muth’im, syeh Ahmad bin Abi Thalib al-Muammari (w. 730), Ibnu Asakir (w. 723), Ibn Syayrazi, Syaikh Syamsuddin al-Dzhabi (w. 748), Syaikh Abu Musa al-Qurafi, Abu al-Fatah al-Dabusi, Syaikh Ishaq bin al-Amadi (w. 725), Syaikh Muhamad bin Zurad. Ia juga sempat ber-mulajamah kepada Syaikh Jamaluddin Yusuf bin Zaki al-Mazi (w. 742), sampai ia mendapatkan pendamping hidupnya. Ia menikah dengan salah seorang putri Syaikh al-Mazi. Syeh al-Mazi, adalah yang mengarang kitab “Tahdzîbu al-kamâl” dan “Athrâf-u al-kutub-i al-sittah“.

Begitu pula, Ibnu Katsir berguru Shahih Muslim kepada Syaikh Nazmuddin bin al-Asqalani. Selain guru-guru yang telah dipaparkan di atas, masih ada beberapa guru yang mempunyai pengaruh besar terhadap Ibnu Katsir; mereka adalah Ibnu Taymiyyah. Banyak sekali sikap Ibnu Katsir yang terwarnai dengan Ibnu Taymiyah, baik itu dalam berfatwa, cara berpikir juga dalam metode karya-karyanya. Dan hanya sedikit sekali fatwa beliau yang berbeda dengan Ibnu Taymiyyah.

Sementara murid-murid beliaupun tidak sedikit, diantaranya Syihabuddin bin haji. Pengakuan yang jujur lahir dari muridnya, “Ibnu Katsir adalah ulama yang mengetahui matan hadits, serta takhrij rijalnya. Ia mengetahui yang shahih dan dha’if”. Guru-guru maupun sahabat beliau mengetahui, bahwa ia bukan saja ulama yang kapabel dalam bidang tafsir, juga hadits dan sejarah. Sejarawan sekaliber al-Dzahabi, tidak ketinggalan memberikan sanjungan kepada Ibnu Katsir, “Ibnu Katsir adalah seorang mufti, muhaddits, juga ulama yang faqih dan kapabel dalam tafsir”.

Genap usia tujuh puluh empat tahun akhirnya ulama ini wafat, tepatnya pada hari Kamis, 26 Sya’ban 774 H. Ia di kuburkan di pemakaman shufiyah Damaskus, disisi makam guru yang sangat dicintai dan dihormatinya yaitu Ibnu Taimiyah

Sekilas tentang karya - karya Ibnu katsir

Sosok ulama seperti Ibn Katsir, memang jarang kita temui, ulama yang lintas kemampuan dalam disiplin ilmu. Spesialisasinya tidak hanya satu jenis ilmu saja. Selain itu, ia juga sangat produktif dalam karya, telah banyak karya-karya yang lahir dari tangan dan ketajaman berpikirnya. Di antara karya-karya beliau adalah :

1. Tafsîr al-Qur`an al-Azhîm ( akan kita bahas dalam tulisan ini)

2. Al-Bidâyah wa al-Nihâyah. Buku ini membahas tentang sejarah. Buku ini sering dijadikan rujukan para peneliti sejarah. Sumbernya begitu autentik. Karyanya ini berisikan berbagai tinjauan sejarah. Pertama, pemaparan tentang sejarah dan kisah Nabi-nabi beserta umatnya di masa lalu. Kisah ini ditopang dengan dalil-dalil yang kuat, baik itu dari al-Qur`an maupun al-Sunnah, juga pendapat-pendapat para mufassir, muhaddits dan sejarawan. Kedua, Ia menguraikan secara jelas mengenai bangsa Arab jaman jahiliyah, kemudian bangsa Arab ketika kedatangan Nabi Saw dan perjalanan dakwah Nabi Saw beserta para sahabatnya. Buku ini di akhiri dengan kisah Dazzal, juga ia ungkapkan mengenai tanda-tanda kiamat lainnya.

3. Al-Takmîl fî makrifati al_tsiqât wa al-dlu’afâ` wa- al majâhil. Buku ini adalah rujukan dalam ilmu hadist serta untuk mengetahui jarh wa ta’dil. karya ini adalah karya gabungan dua karya imam Dzahabi yaitu Tahdzîbu al-kamâl fî asmâ`i al rijâl dan Mîzân al i’tidâl fî naqdi al-rijâl dengan tambahan dalam jarh wa ta’dil.

4. Al-Hadyu wa al-Sunan fî Ahâdits al-Masânid wa al-Sunan atau yang mashur dengan istilah Jâmi’ al-Masânid. Dalam kitab ini, Ibnu Katsir menggabungkan kitab musnad imam Ahmad (w.241), al-Bajjar (w.291), Abi Ya’la (w.307) Ibn Abi Syaybah (w.297), bersama kitab yang enam. Kemudian Ia menyusunnya dengan bab per bab.

5. Al-Sîrah al-Nabawiyah

6. Al-Musnad al-syaykhân (musnad Abu Bakar dan Umar).

7. Syamâil al-rasûl wa dalâilu nubuwwatihi wa fadlâilihi wa khashâ`isihi (di nukil dari kitab bidâyah wa nihâyah)

8. Ikhtishar al-Sîrah al-Nabawiyah. Di ambil dari bidâyah wa nihâyah terkhusus mengenai kisah bangsa Arab jaman jahiliyah dan jaman Islam serta sirah Nabi Saw.

9. Al-Ahâdîts al-tawhîd wa al-rad ‘alâ al-syirk.

10. Syarh Bukhari (tidak selesai)

11. Takhrîj ahâdîts muktashar ibn al-hâjib.

12. Takhrîj ahâdîts adillatu al-tanbîh fî fiqh al-syaafi’i.

13. Muktashar kitab Bayhaqi (al-madkhal ilâ al-sunan)

14. Ikhtishar ‘ulûmu al-hadîts li ibn al-shalâh.

15. Kitâb al-simâ’.

16. Kitâb al-ahkâm (tidak selesai hanya sampai bab haji saja)

17. Risâlah al-jihâd.

18. Thabâqât al-syafi’iyyah.

19. Al-Kawâkib al-Dirâri (dinukil dari kitab bidâyah wa nihâyah)

20. Al-Ahkâm al-Kabîrah.

21. Manâqib al-syâfi’i.
http://www.kisahislam.com/siroh-ulama-islam/229-biografi-ibnu-katsir.html

Senin, 12 Juli 2010

'Backstreet IDF Boys' Bikin Militer Israel Murka

deskripsi gambarSekelompok pasukan Israel yang sedang bosan dalam menjalankan patroli mereka di kota Hebron Tepi Barat telah menuai kemarahan pihak militer Israel, setelah sebuah video clip mereka diposting ke situs berbagi video Youtube.

Dalam video yang hanya berdurasi kurang dari dua menit tersebut, nampak sekelompok pasukan Israel yang berjumlah enam orang dengan bersenjata senapan serbu sedang berkeliaran di jalanan kosong kota Hebron sewaktu suara adzan panggilan shalat terdengar di kota tersebut.


Tiba-tiba, terdengar suara musik dari penyanyi AS Kesha dengan lagunya "Tick Tock" menghentikan langkah para tentara yang sedang berpatroli itu. Dan selang beberapa saat ke enam tentara yang sedang kurang kerjaan tersebut mulai bergoyang, bergerak, menari - meskipun masih agak kikuk - dengan gaya tarian Spanyol Macarena mengikuti irama musik "Tick Tock".

"Tonight I'm gonna fight, Till we see the sunlight, Tick tock on the clock but the party don't stop, no," sepotong bait lagu dari penyanyi pop AS Kesha yang mengiringi tarian para Backstreet IDF Boys jadi-jadian tersebut.

Tidak beberapa lama setelah mereka menari, tiba-tiba para prajurit itu segera kembali ke posisi mereka dan kembali melakukan serta melanjutkan patroli di jalanan kota Hebron, kota di mana sekitar 600 pemukim Israel garis keras tinggal di tengah-tengah 160.000 warga Palestina.

Video ini sempat mendapat view yang tinggi namun Senin kemarin video yang bertajuk "Battalion 50 Rock the Hebron Casbah" sempat menghilang dari Youtube, sepertinya diturunkan oleh orang yang menguploadnya. Namun hari ini sudah ada puluhan video sejenis yang terposting di Youtube.

Pihak Militer Murka

Pihak militer Israel sendiri marah dengan video yang beredar di Youtube tersebut, mereka mengatakan: "Ini adalah lelucon yang dibuat oleh para tentara Israel dan kejadian ini sedang diselidiki oleh komandan batalion," kata pernyataan singkat militer Israel.

Dan militer Israel menegaskan mereka akan menghukum para Backstreet IDF Boys jadi-jadian ini, karena dianggap melakukan sesuatu yang tidak pantas selama menjalankan operasi militer.

Video sejenis yang kembali banyak beredar di Youtube bahkan ada yang memberi judul "It's easy to laugh at the occupation when you're the oppressor" (Sangat mudah untuk tertawa di tanah pendudukan ketika anda menjadi seorang penindas.
Sumber: www.eramuslim.com

Do'a ketika Bangun Tidur

deskripsi gambar
1- BACAAN KETIKA BANGUN DARI TIDUR

1- ((اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ)).

1. “Segala puji bagi Allah, yang membangunkan kami setelah ditidurkanNya dan kepadaNya kami dibangitkan.” [10]


2- ((لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ)) ((رَبِّ اغْفِرْ لِيْ)).


2. ‘Tiada Tuhan yang haq selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujian. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan yang haq selain Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung’. ‘Wahai, Tuhanku! Ampunilah dosaku’.[11]




3- ((اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ فِيْ جَسَدِيْ، وَرَدَّ عَلَيَّ رُوْحِيْ، وَأَذِنَ لِيْ بِذِكْرِهِ)).


3. “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan pada jasadku dan mengembalikan ruhku kepadaku serta mengizinkanku untuk berdzikir kepadaNya.” [12]


4.
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لأَيَاتٍ لأُوْلِي اْلأَلْبَابِ {190} الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ رَبَّنَا مَاخَلَقْتَ هَذَا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ {191} رَبَّنَآإِنَّكَ مَن تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ وَمَالِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ {192} رَّبَّنَآإِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلإِيمَانِ أَنْ ءَامِنُوا بِرَبِّكُمْ فَئَامَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْعَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ اْلأَبْرَارِ {193} رَبَّنَا وَءَاتِنَا مَاوَعَدتَنَا عَلَىرُسُلِكَ وَلاَتُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لاَتُخْلِفُ الْمِيعَادَ {194} فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّى لآَأُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِّنكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى بَعْضُكُم مِّن بَعْضٍ فَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَأُخْرِجُوا مِن دِيَارِهِمْ وَأُوذُوا فِي سَبِيلِي وَقَاتَلُوا وَقُتِلُوا لأُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلأُدْخِلَنَّهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ ثَوَابًا مِّنْ عِندِ اللهِ وَاللهُ عِندَهُ حُسْنُ الثَّوَابِ {195} لاَيَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلاَدِ {196} مَتَاعُُ قَلِيلُُ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمِهَادُ {197} لَكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا نُزُلاً مِّنْ عِندِ اللهِ وَمَاعِندَ اللهِ خَيْرُُ لِّلأَبْرَارِ {198} وَإِنَّ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَمَنْ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَمَآأُنزِلَ إِلَيْكُمْ وَمَآأُنزِلَ إِلَيْهِمْ خَاشِعِينَ للهِ لاَيَشْتَرُونَ بِئَايَاتِ اللهِ ثَمَنًا قَلِيلاً أُوْلاَئِكَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ إِنَّ اللهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ {199} يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ {200}
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk atau berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): ‘Ya, Tuhan kami! Tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa Neraka. Ya Rabb kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam Neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang dzalim seorang penolongpun. Ya Rabb kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Rabbmu"; maka kamipun beriman. Ya Rabb kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan- kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti. Ya Rabb kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari Kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji". Maka Rabb mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Kuhapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam Surga yang mengalir sungai- sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisiNya pahala yang baik". Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir ber- gerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk- buruknya. Akan tetapi orang-orang yang bertaqwa kepada Rabbnya, bagi mereka Surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah) dari sisi Allah. Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti. Dan sesungguhnya di antara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Rabbnya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya. Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung”. (Ali ‘Imran, 3: 190-200). [13]
---------------------------------



[10] HR. Al-Bukhari dalam Fathul Baari 11/113, Muslim 4/2083.
[11]. Barangsiapa mengucapkan demikian itu, maka dia diampuni. Apabila dia berdoa, akan dikabulkan. Lalu apabila dia berdiri dan berwudhu, kemudian melakukan shalat, maka shalatnya diterima (oleh Allah). HR. Imam Al-Bukhari dalam Fathul Baari 3/39, begitu juga imam hadits yang lain. Dan lafazh hadits tersebut menurut riwayat Ibnu Majah 2/335.
[12] HR. At-Tirmidzi 5/473 dan lihat Shahih At-Tirmidzi 3/144.
[13] HR Imam Al-Bukhari dalam Fathul Bari 8/237 dan Muslim 1/530.

Minggu, 11 Juli 2010

Hadits 5 : Perbuatan Bid'ah Tertolak

الحـديث الخامس

HADITS KELIMA
عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِيْنَ أُمِّ عَبْدِ اللهِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ : قَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم : مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ. [رواه البخاري ومسلم وفي رواية لمسلم : مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ ]



Terjemah hadits / ترجمة الحديث :

Dari Ummul Mu’minin; Ummu Abdillah; Aisyah radhiallahuanha dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Siapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini yang bukan (berasal) darinya), maka dia tertolak. (Riwayat Bukhori dan Muslim), dalam riwayat Muslim disebutkan: siapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang bukan urusan (agama) kami, maka dia tertolak.



Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :

1. Setiap perbuatan ibadah yang tidak bersandar pada dalil syar’i ditolak dari pelakunya.

2. Larangan dari perbuatan bid’ah yang buruk berdasarkan syari’at.

3. Islam adalah agama yang berdasarkan ittiba’ (mengikuti berdasarkan dalil) bukan ibtida’ (mengada-adakan sesuatu tanpa dalil) dan Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam telah berusaha menjaganya dari sikap yang berlebih-lebihan dan mengada-ada.

4. Agama Islam adalah agama yang sempurna tidak ada kurangnya.


Rabu, 07 Juli 2010

Jangan Nonton Bola Ya Ikhwan

deskripsi gambar
Pertanyaan:
Apa hukum menonton sepak bola yang ditayangkan di televisi?

Jawaban :

Saya memandang bahwa menyaksikan permainan-permainan yang ditayangkan di televisi atau yang lainnya dari berbagai tayangan adalah menyia-nyiakan waktu.

Dan sesungguhnya seorang manusia yang berakal, dia tidak akan menyia-nyiakan waktunya dengan perkara-perkara seperti ini yang tidak mendatangkan faedah sama sekali. Ini jika dia selamat dari kerusakan lainnya. Dan jika terdapat bersamanya kerusakan yang lain,yang akan menumbuhkan dalam hati penontonnya yang bersenang-senang tersebut perasaan bangga kepada pemain yang kafir, maka ini tidak meragukan lagi adalah perbuatan haram,sebab kita tidak boleh sama sekali memuliakan orang kafir, apapun yang dia dapatkan dari kemajuan, sesungguhnya tidak boleh sama sekali kita memuliakan mereka.


Penulis: Asy-Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-’Utsaimin rohimahulloh


Ataukah pada pertandingan-pertandingan tersebut telah Nampak padanya paha-paha para pemuda yang dapat menimbulkan fitnah,bahkan menurut pendapat yang mengatakan bahwa paha bukan termasuk aurat, maka saya tidak mengatakan bahwa para pemuda boleh menampakkan pahanya sama sekali, Adapun kalau kita menyatakan bahwa Paha termasuk aurat, sebagaimana yang masyhur dari madzhab Imam Ahmad,maka perkaranya lebih jelas lagi bahwa hal tersebut tidak boleh.

Yang jelas,yang aku nasehatkan kepada saudara-saudaraku agar mereka semangat untuk menjaga waktu-waktunya,karena sesungguhnya waktu itu lebih mahal dari harta.apakah kalian tidak membaca firman Allah Ta’ala:
(حَتَّى إِذَا جَاء أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ )

“sehingga apabila telah datang kematian ke salah seorang dari mereka,maka ia berkata: kembalikanlah aku.Semoga aku bisa kembali beramal shalih terhadap apa yang telah aku tinggalkan”.

Dia tidak mengatakan: kembalikan aku agar aku dapat bersenang-senang dengan dunia,namun dia mengatakan “semoga aku dapat beramal saleh terhadap apa yang aku tinggalkan,untuk menggantikan waktu yang telah ia lewati sebelum mati. Sumber: darussalaf.or.id

Sabtu, 03 Juli 2010

Kemendiknas targetkan 2015 seluruh SD miliki perpustakaan

deskripsi gambar
Banyumas-- Kementerian Pendidikan Nasional menargetkan seluruh sekolah dasar di Indonesia memiliki perpustakaan pada 2015 sebagai upaya meningkatkan kualitas murid.

“Sekarang sudah 30 persen SD yang mempunyai perpustakaan. Kita akan selesaikan dalam lima tahun mendatang,” kata Direktur Pembinaan Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar Kemdiknas Mudjito di sela-sela peresmian sejumlah sekolah yang direnovasi oleh Yayasan Tileng Belanda (Stichting Tileng Foundation Netherland) di Baturaden, Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (3/7).


Menurut dia, peningkatan kualitas sekolah tidak hanya melalui perbaikan bangunan sekolah tetapi juga dengan pembangunan perpustakaan. Dari jumlah total SD di Indonesia sebanyak 148 ribu sekolah, kata dia, saat ini sudah ada sekitar 50 ribu SD yang memiliki perpustakaan.

Pada tahun 2010, lanjutnya, ditargetkan sebanyak 20 ribu SD akan dibangun perpustakaan berikut isinya.

“Kami targetkan setiap tahunnya ada 20 ribu SD yang akan dilengkapi dengan perpustakaan sehingga dapat selesai dalam waktu lima tahun. Jadi kita tidak hanya memperbaiki ruang yang rusak tetapi juga meningkatkan kualitas anak,” jelasnya.

Menurut dia, anggaran untuk membangun sebuah perpustakaan berikut isinya ini sekitar Rp 250 juta. “Jika sekolah itu sudah ada ruang perpustakaan, berarti hanya menambah isinya saja. Akan tetapi bila belum memiliki, berarti harus menambah bangunan untuk perpustakaan,” jelasnya.
Sumber : www.solopos.com