Jumat, 28 Januari 2011

Hukum Merayakan Hari Ulang Tahun

Seorang akhwat mendapatkan ucapan selamat ulang tahun dari kerabat dekatnya dan tidak jarang dari sahabatnya ataupun teman dekatnya yang tahu persis kapan ia dilahirkan. Terkadang agak bingung juga untuk menanggapinya karena mereka ini memang masih ”jahil” tentang masalah ini.Menjelaskan dengan lemah lembut dan hikmah adalah merupakan langkah yang bijaksana sambil menunggu ‘timing’ yang tepat dimana nasehat ini bisa masuk kedalam hati mereka, ternyata banyak yang akhirnya mengerti dan berkomentar… ”ooo..ternyata hal itu dilarang ya?? baru tahu deh saya…!” wah senangnya hati kita apabila dakwah ini berhasil dan sukses dan bila tidak maka memang hanya tugas kita menyampaikan saja, selebihnya masalah hidayah adalah ditangan-Nya semata.Jadi jangan berkecil hati ya,..??Nah, mari kita simak fatwanya yang membahas tentang masalah merayakan ulang tahun ini, agar hati kita jadi tambah terbuka dan mantap, insya Allah…!!
rnPertanyaan:
Samahatusy Syaikh Ibnu Baz rahimahullah ditanya tentang) Apakah hukum merayakan Hari Ulang Tahun ?
Jawaban:
Merayakan Hari Ulang Tahun tidak ada landasannya dalam syara’/agama kita yang suci bahkan ia (perbuatan itu) adalah bid’ah berdasarkan kepada sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam : ”Barangsiapa yang mendatangkan suatu perbuatan baru (mengada-ada) dalam urusan kita ini (agama) sesuatu yang bukan darinya maka hal itu adalah ditolak”. (Hadits Muttafatwa ‘ala shihhatihi = hadits yang sepakati atas keshahihannya).

Taukah Anda, Ternyata Kasih Sayang Menunjang Kecerdasan Bayi Lho

Ingatkah anda pada saat anda menghadapi ujian di sekolah. Suasana hati sangat mempengaruhi semangat kita belajar. Bila suasana hati kita sedang baik dan bahagia, maka kita akan lebih bersemangat dalam belajar, sehingga apa yang kita pelajari lebih mudah diserap oleh otak. Lalu apa hubungannya dengan kasih sayang dari orang tua kepada bayi dengan kecerdasan bayi.

Bayi masih sangat membutuhkan kasih sayang orang tua. Dengan kasih sayang yang diberikan dari orang tua kepada bayi, maka bayi akan merasakan kedamaian. Hatinya yang masih sangat sensitive akan lebih mudah menerima pelajaran dan pengalaman hidup yang baru bila bayi merasakan kedamaian dan kebahagiaan. Tentunya, hal ini juga akan sangat mempengaruhi perkembangan otak atau kecerdasan anak. Lalu apa kiat-kiat kita sebagai orang tua, supaya buah hati kita terpenuhi kebutuhan kasih sayangnya dan tentu saja supaya buah hati kita bisa menjadi anak yang cerdas di kemudian hari.

1. Ciuman, pelukan, dan belaian.

Seorang psikolog mengatakan bahwa ciuman, pelukan, dan belaian adalah bentuk penghargaan terhadap anak. Dengan begitu, dia akan merasa sangat dihargai oleh orang tuanya, dan memacunya untuk melakukan hal positif. Menangis, adalah salah satu cara bayi untuk mendapatkan perhatian. Nah… Bila kebutuhan akan kasih sayang dan perhatian seorang bayi telah terpenuhi, maka sang bayi pun tidak akan mudah menangis.

2. Pujian

Sebagai orang dewasa, kita sering membaca buku-buku motivasi atau menyaksikan acara-acara TV atau seminar-seminar tentang motivasi. Bayi tentu belum membutuhkan buku-buku atau nonton acara-acara yang berbau motivasi. Namun satu hal yang sama-sama dibutuhkan setiap manusia segala usia adalah motivasi. Agar bayi semakin termotivasi untuk belajar, berikanlah pujian-pujian dengan apa yang telah dia lakukan. Pujian sangat berarti agar dia bisa mengembangkan diri . Misalnya, pada awalnya bayi hanya memainkan kertas dengan cara meremas-remasnya. Kita bisa mengatakan,”Duh… Pinter banget anak mama, bisa bikn bola dari kertas.” Dengan pujian-pujian yang kita berikan dan dibarengi dengan bimbingan dari kita, lama-lama sang anak pasti bisa membuat kerajinan tangan dari kertas yang lebih baik lagi. Misalnya membuat pesawat, burung, dan lain-lain.

Khaled Misyaal : Saya Tidak Menginginkan Jabatan

Hanya ada sedikit tokoh di Timgur Tengah yang tegas dan punya pendirian. Salah satunya adalah Khaled Misyaal. Lelaki berusia 54 tahun ini—bagi rakyat Palestina adalah arsitek perjuangan Palestina terhadap Israel. Sebaliknya, Israel menganggapnya sebagai orang di belakang layar para pelaku bom bunuh diri yang menakutkan kaum Zionis Israel. Sudah tak terhitung berapa kali Israel melakukan percobaan pembunuhan terhadap Misyaal, di antaranya yang paling terkenal adalah tahun 1997. Berikut adalah petikan wawancaranya dengan Newsweek beberapa waktu yang lalu.

Jadi bagaimana, apakah Anda akan menerima konsep dua negara?
Saya tak bisa menjawab pertanyaan retorik Anda; tak ada posisi dan program bahwa rakyat Palestina akan menerima konsep itu. Kami hanya menginginkan satu negara Palestina dengan Yerusalem sebagai ibukota.
Apa peran Hamas dalam proses perdamaian?
Pelajaran negosiasi seharusnya tanpa ada tekanan dari Israel. Betul, kami menjalani pilihan diplomasi dan politik, tapi perlawanan juga menjadi perjuangan kami.
Dalam kondisi apa Hamas akan menghentikan kekerasan?
Saya ini seorang fisikawan, dan saya percaya pada teori fisika dan matematika. Ini bukan sebuah lingkaran yang tak ada akhir. Semua ini dimulai dengan penjajahan dan akan diakhiri dengan akhir penjajahan.
Perjuangan bersenjata meminta begitu banyak derita, dan menyedihkan tapi mengapa perjuangan di Palestina berbeda? Ketika Prancis memerangi Nazi, mereka menyebutnya perjuangan. Ketika Amerika memerangi Inggris, disebut sebagai perang kemerdekaan. Hamas tak punya aktivitas militer di luar Palestina.

Menelusuri Jejak Syi’ah di Indonesia

Mendengar kata Syi'ah, tentu ingatan masyarakat, terutama muslim Indonesia melayang ke negeri di wilayah Asia barat, yakni Iran. Di sanalah Syiah berkembang pesat dan hingga kini masih menjadi paham dan aliran yang dipeluk mayoritas umat Islam di negeri yang terkenal dengan Negeri Para Mullah (para imam) itu.
Namun kini, aliran Syiah pelan namun pasti juga telah merembes keluar dari jazirah Persia dan masuk pula ke Indonesia. Dengungnya memang tidak begitu keras, tetapi komunitas ini telah menunjukkan eksistensinya. Sejarah pernah mencatat, pada 21 September 1997, diselenggarakan sebuah seminar nasional di Jakarta, yang dihadiri pejabat pemerintah, ABRI, MUI, pimpinan ormas Islam, dan masyarakat umum.
Melalui seminar itu, keluarlah sebuah keputusan penting menyangkut Syi'ah, antara lain; Syi'ah malakukan penyimpangan dan perusakan Akidah Ahlussunnah Wal Jamaah (paham Sunni, paham yang dianut mayoritas Islam Indonesia, -red), menurut Syi'ah, Al-Qur'an tidak sempurna, Syi'ah terbukti pelaku kejahatan, dituduh penghianat dan teroris. Puncaknya, seminar itu juga mengusulkan agar pemerintah RI cq. Kejaksaan Agung melarang Syi'ah, termasuk penyebaran buku-buku Syi'ah di Indonesia.
Namun dalam perkembangannya, justru kecenderungan untuk mempelajari Syi'ah makin meningkat. Buku-buku tentang Syi'ah pun dengan gampang bisa diperoleh di toko-toko buku. Bahkan lembaga atau komunitas Syi'ah juga berkembang pesat tanpa lagi takut dengan pelbagai gunjingan miring tentangnya. Sekadar catatan, Gatra edisi Idul Fitri, Desember tahun lalu dengan tangkas membidik geliat komunitas ini, terutama di Jakarta dan daerah sekitarnya.
Sebab itulah, selain untuk memahami adanya kepelbagaian aliran agama di Indonesia, Jumat sore 19 Desember akhir tahun lalu digelarlah diskusi seputar Islam Syi'ah di Sekretariat ICRP, kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Hadir sebagai narasumber Abdurrahman Abdullah dan Umar Shahab yang keduanya mengaku sebagai penganut Syi'ah.

Rabu, 19 Januari 2011

Mampu Taklukan Harimau dengan Kesabaran

Alkisah, dua orang lelaki berkawan akrab. Nama mereka masing-masing,
katakan saja adalah Sulaiman dan Ismail. Mereka sama-sama orang yang
shaleh. Karena tempat yang berjauhan maka tidak memungkinkan mereka
untuk selalu bertemu. Tetapi ada kebiasaan diantara mereka, untuk
bertemu sekali dalam setahun. Sulaiman yang jauh tempatnya selalu
datang bertemu kerumah Ismail.
Sebagaimana kebiasaan, suatu hari Sulaiman datang berkunjung kerumah
sahabatnya itu. Waktu sampai ia mendapati pintu rumah Ismail sedang
tertutup rapat-rapat. Ia kemudian mengetuk pintu itu. Setelah
beberapa kali ketukan, terdengar ada suara sahutan istri sahabatnya
dari dalam rumah. "Siapakah itu yang mengetuk-ngetuk pintu ?"
"Aku, saudara suamimu. Aku datang ke mari untuk mengunjunginya hanya
karena Allah SWT semata."
"Oh………..???????? Dia sedang ke luar pergi mencari kayu bakar.
Mudah-mudahan saja ia tidak kembali lagi !"

Rabu, 05 Januari 2011

Rakyat Mati Makan Tiwul, Pejabat Kekenyangan

deskripsi gambar

Sangat paradok dibandingkan dengan pesta pora menjelang tahun baru 2011. Kemeriahan yang luar biasa. Tempat-tempat hiburan, hotel, mall, dan tempat wisata penuh sesak. Pesta kembang api di mana-mana, memperingati tahun baru masehi di Ancol, Monas, dan Bundaran HI, disaksikan jutaan orang. Tahun baru masehi, yang tak lain, tahun baru orang Nasrani.

Pemerintah yang melakukan rapat khusus bidang ekuin, di Istana Bogor, merilis laporan tentang turunnya angka kemiskinan di Indonesia. Berdasarkan angka statistik kemiskinan turun 1,5 juta. Orang miskin dari 32,5 juta, turun menjadi 31 juta jiwa. Itulah suguhan dari rapat kabinet di Istana Bogor, yang dipimpin Presiden SBY. Seakan ini menjadi prestasi yang membanggakan selama periode pertama pemerintah Presiden SBY, di tahun 2010.

Kemeriahan menyambut tahun baru itu, dan laporan turunnya angka kemiskinan, tak sebanding dengan berita yang sangat menyentakkan, di mana di Jepara, terjadi kematian akibat rakyat mengkonsumsi makanan gaplek. Di Jepara, Jawa Tengah, pemerintah merilis angka kemiskinan menurun, tetapi faktanya justru kemiskinan menjadi penyebab kematian.


Enam orang anak yang merupakan pasangan Jamhamid (45) dan Siti Sunayah (41), meninggal akibat makan tiwul (gaplek), yang di duga mengandung racun. Tiwul di daerah Jawa sehari-hari menjadi penganti beras. Mereka tak mampu membeli beras, yang harganya terus naik. Rakyat miskin seperti Jamhamid dan Siti Sunayah memilih makan tiwul, karena tidak mampu membeli beras. Jamhamid dan Siti Sunayah lainnya masih banyak, yang hidup di daerah-daerah pedesaan, yang mereka tidak mampu lagi membeli beras.

Warga Muslim Medan Diserang Nasrani

deskripsi gambar 

Sebuah penyerangan warga Muslim oleh pemuda nashrani terjadi di kota Medan. Kejadian teror yang memilukan ini terjadi di Kampung Melayu, Selambu, Medan. Sebanyak 7 rumah dibakar dan 7 hektar ladang warga juga dirusak. Mengapa kaum minoritas nasrani ini begitu berani melakukan teror ke umat Islam yang mayoritas? 
Kronolis Kejadian Penyerangan

Kejadian bermula saat penyerangan oleh 16 pemuda nashrani yang merusak ladang warga muslim. Ladang warga yang dirusak sekitar 7 hektare. Selain itu, pemuda nashrani ini juga membakar 7 rumah warga Muslim Selambu, Medan. Peristiwa tersebut diketahui setelah adanya laporan dari salah satu warga, tepatnya tanggal 28 Oktober 2010 pukul 8.00 malam. Sebenarnya warga Selambu yang dikenal dengan kampung Melayu ini adalah warga yang menempati tanah dari warisan raja Melayu dan dihuni oleh sekitar 40 KK. Sementara pemuda nashrani yang bertempat tinggal di seberang jalan tol rute Amplas-Tembung ini adalah warga dengan tempat tinggal di daerah yang bisa dikatakan tidak menguntungkan, dikarenakan oleh lahan yang dijadikan pemukiman tidak bisa dijadikan untuk lahan pertanian. Sementara kampung melayu adalah kampung yang mempunyai lahan yang sangat bagus untuk dijadikan pertanian, dengan kata lain faktor awal penyerangan tersebut adalah untuk merebut lahan yang sudah diolah warga melayu sekitar tahun 2000. Sementara warga kampung melayu sendiri juga sudah membuat kampung mereka sendiri di tahun 2005 yang lalu. Meski sudah terlihat keinginan warga kafir untuk merebut lahan tersebut di tahun-tahun sebelumnya, tetapi bentrokan fisik ini tidak terhindarkan lagi dan terjadi di tahun 2010 ini.

Senin, 03 Januari 2011

Warga Palestina Tewas akibat Serangan Gas Air Mata Israel

deskripsi gambar


Seorang peserta aksi demonstrasi Palestina dilarikan setelah menderita luka akibat tembakan gas air mata dari pasukan Zionis Israel di desa Bi'lin dekat Ramallah. Demonstran perempuan itu akhirnya tewas saat memprotes tembok pemisah Israel di Tepi Barat.

Pihak medik Palestina menyatakan bahwa Jawaher Abu Rahcman (36) kehilangan nyawanya di pusat medis Ramallah setelah menderita cedera berat oleh tembakan gas air mata Israel di desa Bi'lin, Tepi Barat.

Pihak medis menambahkan bahwa Rachman yang dua adiknya juga tewas dalam protes serupa sebelumnya, tewas pada Sabtu (1/1/2011).

Bersama Rachman, terdapat sepuluh orang demonstran lainnya --semuanya aktivis internasional-- yang cedera setelah melakukan protes anti tembok pembatas.

Menurut keterangan pada pemrotes, Israel dengan paksa dan secara ilegal mengambil tanah milik warga Pakestina untuk membangun tembok apartheid. Tel Aviv telah mengambil lebih dari 60% area di desa Bi'lin untuk membangun tembok dan pemukiman Yahudi.

Demonstrasi serupa juga dilakukan di desa Ni'lin dan al Massara. Militer Israel berdalih bahwa desa-desa yang dicaploknya adalah zona militer tertutup. Meskipun telah divonis ilegal oleh Mahkamah Internasional, namun pembangunan yang dimulai dari tahun 2000 itu tetap berlangsung dan pihak internasional seolah-olah tidak memiliki kekuasaan apapun untuk menghentikan kejahatan tersebut.


Source: http://arrahmah.com/index.php/news/read/10521/warga-palestina-tewas-akibat-serangan-gas-air-mata-israel#ixzz19wOtz2nL

Haram Merayakan Natal & Tahun Baru

deskripsi gambar


Allah swt. telah memuliaakan umat ini dengan Islam, dan memerintahkan-nya untuk mengimplementasikan-nya. Dia telah menurunkan Islam sebagai cara hidup yang unik. Sebuah pola yang berbeda dalam masalah konsepnya dan peraturan-peraturannya, sebagai sesuatu yang sempurna dan sistem menyeluruh yang mengatur semua urusan kehidupan. Allah swt. berfirman:

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah..." (QS Ali Imran 3 : 110)

Namun, sejak Islam diabaikan dari kehidupan sehari-hari sebagai sebuah sistem peraturan, umat telah melaksanakan hal-hal yang buruk dan semakin bertambah buruk; aturan orang-orang kafir telah diimplementasikan atas umat ini dan konsep-konsep kufur telah mendominasi mereka. Invasi barat dengan budaya busuk dan hina dina itu telah berhasil merusak dien Islam, moral umat dan menjadikannya tak bernilai. Slogan barat telah di adopsi oleh kaum Muslimin melalui perayaan-perayaan dan festival-festival barat. Budaya rusak barat ini telah dibantu oleh para penguasa yang mengabdikan dirinya untuk memisahkan Islam dari kehidupan dan melakukan perang pemikiran dan menanamkan konsep-konsep buruknya, kemudian memaksa umat untuk masuk pada apa yang barat selalu inginkan, yakni menjadi individu yang sekuler.

Salah satu dari banyak konsep budaya yang dipaksakan oleh barat atas kaum Muslimin adalah perayaan natal dan tahun baru. Kita memohon pada Allah swt. agar tidak membiarkan diri kita melihat suatu hari dimana kaum Muslimin merayakan hari jadi orang-orang Yahudi (hari raya Yahudi) dan juga melakukan perayaan Natal.

Ini sungguh menyedihkan dan ironis sekali untuk menyaksikan dengan mata sendiri kejadian dan mendengar berita tentang pembunuhan masal, pengusiran dan penghinaan terhadap kaum Muslimin di tangan barat pada hari Natal, musuh-musuh Islam di seluruh penjuru dunia, sambil sebagian kaum Muslimin di negeri ini diundang oleh orang-orang Amerika dan orang Kristen lain-nya masuk ke dalam rumah mereka untuk merayakan natal dan tahun baru. Tentu saja, ini seharusnya tidak terjadi sebagai sebuah goncangan kepada kita sejak umat ini kehilangan pelindungnya yang menjalankan urusannya dengan Islam, melindunginya dari serangan konsep-konsep kufur dan menjalankan peraturan-peraturang diennya, memeliharanya sebagai sebuah perintah Allah swt., sebuah umat yang khas.

Wahai kaum Muslimin! Itu (Perayaan atau mengucapkan natal & tahun baru) adalah sesuatu yang dilarang oleh syariah untuk ambil bagian dalam perayaan orang-orang kafir, dan untuk mencontoh mereka dalam masalah dien (agama). Al-Bukhari meriwayatkan dalam shahih-nya pada melalui Abu Sa'id Al Khudri r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda :

"kamu akan mengikuti cara-cara dari orang-orang yang sebelum kamu sehasta demi sehasta dan selangkah demi selangkah, walau pun mereka memasuki lubang biawak kamu akan mengikuti mereka". Kami berkata: "Wahai Rasulullah, apakah yang kamu maksud (mengikuti) Yahudi dan Nasrani?" beliau menjawab: "Siapa lagi?"

Dalam Hadits ini Rasulullah mengejek orang-orang yang meniru orang-orang kafir, dan itu adalah sebuah hujjah (dalil/alasan syar'i) bahwa itu (merayakan natal dan tahun baru) adalah haram (tertolak), baik untuk mengikuti mereka dalam perayaan natal dan seremonial-seremonial lainnya mereka. Itu juga jelas bahwa perayaan seremonial orang-orang kafir dan perayaan ulang tahun mereka berarti meniru mereka dan Islam telah menolaknya. Rasulullah saw. telah memberi peringatan kepada kita untuk menolaknya. At-Tirmidzi meriwayatkan melalui Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw. bersabda:

" Bukan seseorang dari kita (kaum muslimin) yang meniru suatu kaum, jangan meniru orang-orang Yahudi dan Nasrani."

At-Tabrani meriwayatkan melalui Ibnu Umar dan Hudaifah bahwa Rasulullah saw. bersabda:

"Siapa yang mengikuti suatu kaum akan menjadi salah satu dari mereka."

Itu juga merupakan bagian dari teks syariah bahwa itu adalah tertolak bagi seorang Muslim yang telah mempunyai hari raya nya sendiri yaitu I'edul Fitri dan I'dul Adha. Al-Baihaqi meriwayatkan dalam 'Sunan'-nya dari Anas Bin Malik yang berkata :

" Rasulullah saw. datang ke Madinah pada saat orang-orang Madinah mempunyai dua hari pada masa jahiliah (sebelum Islam) yang mereka rayakan, maka beliau saw. berkata: "Aku datang kepadamu pada saat kamu mempunyai 2 hari dari masa jahiliah yang kamu rayakan, dan Allah swt. telah menggantikannya 2 hari ini dengan dua hari yang lebih baik: hari raya Kurban dan hari Fitri."

Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Uqbah Ibnu Amir bahwa Rasulullah saw. bersabda:

"Dan kami mempunyai hari Fitri, hari Kurban dan hari Tasyriq adalah hari besar kami orang-orang Muslim."

Teks-teks ini disajikan sebagi hujjah yang jelas bahwa itu tertolak bagi kaum Muslimin untuk mempunyai perayaan selain dari pada apa yang telah Allah swt. putuskan. Mereka (kaum muslimin) selanjutnya tertolak untuk ambil bagian dalam perayaan orang-orang kafir, dari perayaan seperti upacara mereka, adalah sesuatu yang tertolak seperti menghadiri perayaan mereka, walau pun mereka mengundang. Seperti cara upacara akan menghantar kepada kerusakan dan pemutusan mereka akan menjadi sebuah kesempatan bagi setiap orang-orang fasiq untuk melakukan perbuatan yang berdosa, seperti mengkonsumsi alkohol dan obat-obat terlarang. Media masa yang ada cenderung pada peristiwa ini untuk menayangkan program-program yang mempunyai selera yang buruk dan semua jenis ketidaksopanan dan kerusakan. Mereka mencemari pemikiran orang-orang dan mengikis segala jenis moral yang baik, martabat, dan kesucian mereka.

Wahai kaum Muslimin! Umat akan terus-menerus tertekan di bawah konsep orang-orang kafir dan akan terus terdominasi. Mental kaum Muslimin akan terus tebentuk sesuai dengan sudut pandang orang-orang barat, kecuali kita mulai membuang semua pemahaman barat yang ada pada diri kita dan berjuang untuk menegakkan Khilafah Rasyidah, yang akan mengimplementasikan kitab Allah swt. dan sunnah Rasul-Nya saw., dan akan menumbangkan ketidakadilan, penguasa tiran dan kerusakan yang tampak atas kaum Muslimin, yang kemudian sebagai hasilnya orang-orang kafir akan kehilangan kekuatan dan identitas mereka.

Selanjutnya, itu adalah untuk khilafah bahwa kita menyeru kepada mu (kaum muslimin) untuk memperjuangkannya, wahai kaum Muslimin! Rasulullah saw. bersabda:

"Imam (pemimpin/khalifah) itu adalah pelindung dimana orang-orang berperang dan terlindung dengannya." (Shahih Bukhari)

Wallahu'alam bis showab!


Source: http://arrahmah.com/index.php/blog/read/10375/haram-merayakan-natal-tahun-baru2#ixzz19wMoFOQp