Jumat, 23 November 2012

Hukum Dan Hikmah Puasa Tasu'a

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada sayyidil Anam, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Disunnahkan untuk menambah puasa 'Asyura dengan puasa pada hari sebelumnya, yaitu tanggal Sembilan Muharram yang dikenal dengan hari Tasu’a. Tujuannya, untuk menyelisihi kebiasaan puasanya Yahudi dan Nashrani.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhuma, beliau berkata, “Ketika Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa padanya, mereka menyampaikan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari itu adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nashrani.’ Lalu beliau Shallallaahu 'Alaihi Wasallam bersabda, ‘Kalau begitu, pada tahun depan insya Allah kita berpuasa pada hari kesembilan’. Dan belum tiba tahun yang akan datang, namun Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam sudah wafat.” (HR. Muslim, no. 1916)
Berkata Imam al-Syafi’i dan para sahabatnya, Ahmad, Ishaq dan selainnya, “Disunnahkan berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh secara  keseluruhan, karena Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam telah berpuasa pada hari ke sepuluh dan berniat puasa pada hari kesembilan.”

Solo, Bandung dan Jakarta Siang ini Serempak Aksi Solidaritas Gaza

SOLO - Ribuan massa siang ini Jum'at 23/11 menggelar aksi solidaritas untuk Gaza. Jumlah massa diperkirakan mencapai lima ribu orang. Dari tiga titik berbeda mereka akan menuju secara bersama-sama ke bundaran Gladak, ujung timur Jalan Slamet Riyadi, Solo.

Massa tersebut merupakan gabungan beberapa organisasi masyarakat. Beberapa di antaranya adalah Forum Pemuda Pasar Kliwon, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Solo, dan Umat Islam Peduli Palestina.

PKS akan berangkat dari Kota Barat. Sementara gabungan ormas Islam lainnya berangkat dari Sriwedari, dan Hizbut Tahrir Indonesia menggelar aksinya didepan Gedung DPRD Kota Surakarta. Mereka semua akan berjalan menuju satu titik di Gladak. Aksi mereka lakukan untuk mendukung Palestina dan menolak agresi militer yang dilakukan Israel.

Selasa, 23 Oktober 2012

Hukum Menyembelih Hewan Kurban Malam Hari


Voa-Islam.com - Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah untuk baginda Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabantya.
Udhiyyah (menyembelih hewan kurban) adalah ibadah yang memiliki ketetapan waktunya. Tidak sah dikerjakan sebelum masuk atau sesudah lewat waktunya. Kecuali orang yang mengakhirkannya karena udzur seperti hewan kurban lepas dan tidak lekas ditemukan kecuali setelah habisnya waktu penyembelihan atau hewan tersebut dititipkan kepada orang untuk menyembelihnya lalu orang tersebut lupa sehingga habis waktunya, maka tidak apa-apa hewan tersebut disembelih sesudah lewat waktunya karena udzur tadi. Hal ini diqiaskan kepada orang yang tertidur dari shalat atau lupa, maka ia boleh shalat sewaktu terbangun dan di saat sudah ingat. (Risalah Ahkam Udhiyyah wa Dzakah, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin)

Lahirkan Generasi yang Tahu Bukan Hanya Palestin yang Menangis

Hidayatullah.com - Suatu hari, saya menyebut nama Suriah di dalam sebuah pembicaraan yang dihadiri oleh teman-teman sesama muslimah. Tak lain tujuan saya adalah untuk bersama-sama berbagi informasi perihal yang sedang terjadi atas ummat Islam, saudara-saudara seiman.

Rata-rata mengenal nama negara tersebut dan tahu pula lokasi kedudukannya. Namun sayang, banyak teman tidak mengetahui secara tepat dan pasti apa yang sedang terjadi dengan keadaan saudara-saudara Muslim.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda, "Barangsiapa tidak peduli tentang urusan umat Islam, maka bukanlah mereka dari golongannya”.

Tentu, menyalahkan ketidaktahuan mereka seratus peratus bukanlah hal yang adil. Yang jelas, faktor utama adalah, banyak media (khususnya media mainstream) tidak menyampaikan berita dengan benar tentang apa yang terjadi, menyangkut kondisi yang sedang dialami saudara-saudara Muslim. Faktor yang lain, kebanyakan dari kalangan mereka tidak memiliki akses dengan dunia luar, baik dari jalan media cetak alternatif mahupun internet. Dan seandainya ada beberapa yang mengenal internet, mereka lebih mengenalnya sebagai medium jaringan social (seperti Facebook, Twitter dan sejenisnya) yang malangnya, tidak itupun tidak dipergunakan sebaik mungkin.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah kurangnya rasa persaudaraan disebabkan racun nasionalisme yang ditanam  penjajah. Padahal berat sekali penilaian terhadap mereka yang mengaku Muslim namun melupakan atau melalaikan urusan Muslim yang lain. Masalah saudara seiman kenyang atau tidak, sebenarnya menjadi hal yang diperingatkan agama kita (Islam, red), apalagi masalah yang lebih besar dari itu, yakni melibatkan hidup dan mati, yang mengaitkan kehormatan diri dan Islam itu sendiri.

Senin, 01 Oktober 2012

Dokumen yang Bocor: Rezim Assad Lakukan Pemboman Mematikan di Damaskus


Eramuslim.com | Dokumen yang bocor yang diperoleh oleh Al Arabiya mengungkapkan bahwa rezim Presiden Bashar al-Assad lah yang berada di balik sepasang serangan bom mobil yang menewaskan 55 orang di luar sebuah kompleks intelijen militer di daerah Qazzaz Damaskus pada 10 Mei lalu.

Dokumen yang bocor tersebut merupakan bagian dari beberapa dokumen yang sangat rahasia terkait keamanan Suriah yang diperoleh oleh Al Arabiya dari sumber oposisi. Al Arabiya mengatakan bahwa mereka telah memverifikasi dan mengkonfirmasi ratusan dokumen dan memutuskan untuk mengungkapkan dokumen ini yang memiliki nilai berita yang besar dan relevansi politik.

Setelah pemboman kembar di lingkungan Qazzaz di ibukota Damaskus, kementerian luar negeri Suriah mengatakan serangan itu merupakan tanda bahwa Suriah sedang menghadapi terorisme yang didukung asing. Liga Arab, di sisi lain, menyatakan bahwa serangan tersebut dimaksudkan untuk melemahkan misi pengawasan PBB di negara itu yang dipimpin oleh utusan khusus Kofi Annan.

Inilah 4 Syarat untuk Memuluskan Komunis Merebut Kekuasaan


JAKARTA (voa-islam.com) - Sastrawan Taufik Ismail sebagai salah satu pembicara dalam Halaqoh Kebangsaan dengan tema “Mengungkap Fakta dan Peristiwa Kelam Tahun 1965” yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) memaparkan tentang ancaman bahaya laten komunis.
Menurutnya, dalam slide presentasi yang disampaikan dihadapan ratusan hadirin, di kantor MUI Pusat, Jl. Proklamasi No.51 Menteng Jakarta Pusat, pada hari Senin (1/10/2012), ada tiga sumber instruksi tugas partai komunis dalam merebut kekuasaan.
Sumber pertama, Marx dan Engels: “Komunis menganggap tidak perlu menyembunyikan pandangan dan tujuan mereka (merebut kekuasaan politik di setiap negara). Mereka mendeklarasikan secara terbuka bahwa tujuan mereka hanya dapat dicapai dengan menggunakan kekerasan, menggulingkan seluruh sistem sosial yang ada.” (Manifesto Komunis, 1848, halaman 77)

Minggu, 30 September 2012

Fakhruddin Ar-Razi Competition, Kompetisi Bergengsi Pelajar Muslim

JAKARTA (VoA-Islam) - Majalah Gontor bekerjasama dengan KPM (Klinik Pendidikan MIPA) di bawah pimpinan R. Ridwan Hasan saputra, M.Si akan mengadakan Fakhruddin ar-Razi Competition (FRC), sebuah Kompetisi yang menggabungkan antara Studi Islam dan Matematika secara bersamaan untuk tingkat Sekolah dasar (SD) atau yang sederajat dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau yang sederajat.
Olimpiade Studi Islam dan Matematika tingkat nasional ini akan digelar serentak di kota-kota besar di Indonesia. Olimpiade yang bertajuk “Membentuk Generasi Ulama-Intelek” ini akan digelar 13 Oktober 2012 disejumlah kota, seperti Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, Bekasi (Jadebotabek), Banten, Bandung, Tegal, Solo, Magelang, Nganjuk, Bojonegoro, Pasuruan, Malang, Surabaya, Medan, hingga Fak-Fak (Papua Barat). Untuk wilayah Jabodetabek, lomba akan diselenggarakan di Gedung Olahraga (GOR) Ciracas, Jakarta Timur.
“Kompetisi ini diharapkan dapat membentuk Generasi Ulama Intelek, yang dapat menguasai Ilmu Pengetahuan Agama dan Matematika secara bersamaan, sebagaimana ulama terdahulu, seperti: Fakhruddin ar-Razi, al-Khawarizmi, Ibnu Sina dan lain-lain,” kata Pemimpin Redaksi majalah Gontor, Adnin Armas dalam jumpa pers di kantor Majalah Gontor, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat siang kemarin (28/9).
FRC yang digelar setiap tahun ini diikuti oleh siswa-siswi terbaik dari semua sekolah yang ada di Indonesia, baik madrasah maupun sekolah umum. Kompetisi ini merupakan ajang yang ketiga kalinya, sebelumnya digelar di Kampus STEKPI, Kalibata, Jakarta.  Dipastikan, kompetisi ini akan dihadirioleh + 25.000 orang yang terdiri dari siswa, orangtua dan guru.

Uang memang Berharga

Bisa jadi aset buat nambah tabungan kita ke surga lho. Gimana gak berharga? :) 

Sumber: http://komikmuslimah.blogspot.com

Jumat, 28 September 2012

Pembuat Film Anti Islam Ditahan

CALIFORNIA (voa-islam.com) - Seorang lelaki California yang menyalakan api protes kekerasan di seluruh dunia Muslim akibat film Innocence of Muslim yang dibuatnya sedang ditahan di Los Angeles, namun penahanannya bukan karena tuntutan umat Islam atas pembuatan dan penyebaran film tersebut melainkan karena ia telah melanggar persyaratan masa pembebasan percobaan nya.

Nakoula Basseley Nakoula atau yang dikenal juga dengan Sam Bacile, 55 tahun, dinyatakan bersalah pada tahun 2010 penipuan bank dan dihukum 21 bulan penjara.

Berdasarkan ketentuan dari masa percobaannya, dia tidak diizinkan untuk menggunakan komputer atau internet selama lima tahun tanpa persetujuan dari petugas pengawas percobaan nya.

Nakoula ditangkap setelah petugas masa percobaan federal menetapkan ia melanggar ketentuan pembebasan bersyarat, Thomas Mrozek, juru bicara Jaksa di Los Angeles, Kamis.

Ia diperkirakan akan muncul di pengadilan untuk sidang pada Kamis sore.

Minggu, 05 Agustus 2012

Kisah Akhwat Gorontalo

Namaku Mariani orang-orang biasa
memangilku Aryani, ini adalah kisah
perjalanan hidupku yang hingga hari ini
masih belum lekang dalam benakku,
sebuah kisah yang nyaris membuatku
menyesal seumur hidup bila aku sendiri
saat itu tidak berani mengambil sikap. Yah,
sebuah perjalanan kisah yang sungguh aku
sendiri takjub dibuatnya, sebab aku sendiri
menyangka bahwa didunia ini mungkin tak
ada lagi orang seperti dia.
Tahun 2007 Silam, aku dipaksa orang tuaku
menikah dengan seorang pria, Kak Arfan
namanya, Kak Arfan adalah seorang lelaki
yang tinggal sekampung denganku, tapi dia
seleting dengan kakakku saat sekolah dulu,
usia kami terpaut 4 Tahun, yang aku tahu,
bahwa sejak kecilnya Kak Arfan adalah anak
yang taat kepada orang tuanya, dan juga
Rajin ibadahnya, dan tabiatnya seperti itu
terbawa-bawa sampai ia dewasa, aku
merasa risih sendiri dengan Kak Arfan
apabila berpapasan dijalan, sebab sopan
santunya sepertinya terlalu berlebihan pada
orang-orang, geli aku menyaksikannya, yah,
kampungan banget gelagatnya…, setiap ada
acara-acara ramai dikampungpun Kak
Arfan tak pernah kelihatan bergabung sama
teman-teman seusianya, yaah, pasti kalau
dicek kerumahnyapun gak ada, orang
tuanya pasti menjawab “Kak Arfan dimesjid
nak, menghadiri taklim”, dan memang
mudah sekali mencari Kak Arfan, sejak lulus
dari Pesantren Al-Khairat Kota Gorontalo,
Kak Arfan sering menghabiskan waktunya
membantu orang tuanya jualan, kadang
terlihat bersama bapaknya dikebun atau
disawah, meskipun kadang sebagian teman
sebayanya menyayangkan potensi dan
kelebihan-kelebihannya yang tidak
tersalurkan.

Kamis, 03 Mei 2012

islamic Quotes

Abdullah Azzam—Tidak ada perbedaan antara orang yang mengatakan ," sesungguhnya sholat subuh itu tiga rakaat" dengan orang yang mengatakan hukuman bagi pembunuh adalah masuk penjara selama lima tahun (hukum positif), tak ada perbedaan pula orang yang mengatakan hukuman bagi para penzina adalah penjara selama satu tahun dengan orang yang mengatakan bahwa puasa bukan di bulan romadhon tapi di bulan muharam. Kesemuanya itu sama sama sesat dan menyesatkan

Jumat, 13 April 2012

Inspirasi Membangun Harmoni Kehidupan Suami-Istri

Kehidupan berumah tangga tak pernah lepas dari berbagai persoalan. Namun demikian, sejatinya persoalan yang mewarnai kehidupan rumah tangga merupakan sarana dari Allah SWT untuk menempa kesabaran dan kedewasaan bagi pasangan suami istri. Karenanya, menapaki kehidupan berumah tangga menjadi sangat berat jika kita berlepas dari tuntunan Allah.
Sedemikian berarti perjalanan kehidupan berumah tangga memang mewakili beratnya perjalanan untuk tetap mempertahankan keutuhannya. Apalagi untuk mengisinya dengan harmoni pada kesehariannya.
Judul Buku: Jadilah Suami-Istri Bijak
Penulis: Kartika Ummu Arina
Penerbit: Zam-Zam Mata Air Ilmu, Solo
Cetakan: Pertama, Maret 2012
Tebal: 180 halaman
Harga: Rp 35.000,-.
Buku ini hadir agar kita juga dapat melakukan hal yang sama dan kebahagiaan yang bahkan lebih istimewa. Berisi catatan-catatan inspiratif yang sangat berguna untuk selalu menyegarkan semangat untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga, buku ini sangat tepat untuk mengukuhkan kembali kasih sayang guna membangun relasi yang lebih baik antara suami-istri. Lebih mensyukuri perjalanan hidup berumahtangga yang telah dilalui, hingga meyakini ujian yang datang menerpa adalah sebuah batu loncatan untuk semakin mendewasakan diri dan tumbuh bersama menjadi lebih baik.
Buku ini menarik, penyajiannya yang indah sangat menyentuh dan mengena pada permasalahan-permasalahan yang kerap terjadi pada sebuah perkawinan. Buku ini pun bukan terbangun atas kumpulan teori semata karena masalah-masalah yang diangkat di dalamnya adalah masalah yang nyata dan timbul dalam keseharian.
Buku ini berisi formula untuk menyikapi sekaligus menyelesaikan masalah yang seringkali timbul dalam rumah tangga. Didasarkan pada permasalahan yang didudukkan pada porsi yang tepat dan dikupas dengan cermat, sehingga akan terlihat apa sebenarnya solusi yang tepat untuk menyelesaikannya dengan bijak. Bijak berdasarkan tuntunan Ilahi, contoh Rasulullah SAW, dan kebeningan nurani untuk selalu mengusahakan kebaikan bagi setiap pihak.
Tak hanya melulu tentang relasi suami istri, buku ini juga menyajikan beberapa pembahasan tentang perempuan dan pengasuhan anak. Hal ini menjadi penting karena posisi perempuan sebagai agen peradaban yang dimulai dari rumah. Juga kehadiran anak yang shalih sebagai tujuan dijadikannya perkawinan adalah pengejawantahan dari pentingnya kehadiran penjaga kelangsungan generasi penerus risalah.
Kisah-kisah nyata yang dituangkan di dalamnya, membuat buku ini bagaikan sumber inspirasi yang penuh makna. Dalil-dalil yang termuat di dalamnya pun sangat mudah untuk dipahami sesuai konteks dan menggugah hati. Sehingga, siapapun yang tengah mengalami masalah dan membaca buku ini, tak akan merasa sendiri serta yakin akan solusi dari permasalahannya.
Setiap tulisan akan menyalakan kembali semangat untuk membuat hari-hari perkawinan Anda menjadi lebih baik. Karena, menjadi bijak berdasarkan tuntunan Allah dan Rasul-Nya ternyata juga akan membuahkan kebaikan untuk anak-anak, keluarga besar, dan umat. Selamat membaca dan semoga manfaat di dalamnya menjadi inspirasi yang mencerahkan hati.

Bagi yang berminat mendapatkan buku ini silakan pesan ke: 081906603489 dan 021-94060941 atau jaringan toko buku Gramedia.

 Sumber: www.voa-islam.com
 

Rabu, 29 Februari 2012

Kisah Mahar Dua Dinar

Menikah Dengan Mahar Dua Dirham
Para as-Salaf ash-Shalih memahami bahwa ukuran dalam kufu` yang diinginkan adalah agama. Sehingga mereka menahan wanita-wanita mereka dari orang-orang kaya yang mengikuti hawa nafsu, serta mengedepankan orang-orang miskin yang bertakwa daripada mereka, karena keyakinan mereka bahwa kesudahan yang baik adalah bagi orang yang bertakwa.
Inilah Sa’id bin al-Musayyib rahimahullah, seorang tokoh ulama tabi’in. Amirul Mukminin Abdul Malik bin Marwan datang kepadanya melamar putrinya untuk putra mahkota, al-Walid bin Abdul Malik. Putrinya, ketika itu adalah wanita yang paling cantik dan paling sempurna, serta paling tahu (alim) dengan Kitab Allah dan Sunnah RasulNya. Tetapi Sa’id bin al-Musayyib tidak ragu untuk meminta maaf (menolak) lamarannya, dan tetap bertahan kendati ia mendapat siksaan yang ditimpakan Abdul Malik kepadanya, hingga ia mencambuknya seratus cambukan. Hal itu karena al-Musayyib tahu sikap al-Walid yang kasar dan selalu memperturutkan hawa nafsu.
Sang alim yang mulia itu kembali ke Madinah, lalu diziarahi oleh Abdullah bin Abi Wada’ah, salah seorang muridnya. Lantas al-Musayyib bertanya tentang kondisinya hingga ia mengetahui bahwa istrinya telah meninggal.