Minggu, 05 Agustus 2012

Kisah Akhwat Gorontalo

Namaku Mariani orang-orang biasa
memangilku Aryani, ini adalah kisah
perjalanan hidupku yang hingga hari ini
masih belum lekang dalam benakku,
sebuah kisah yang nyaris membuatku
menyesal seumur hidup bila aku sendiri
saat itu tidak berani mengambil sikap. Yah,
sebuah perjalanan kisah yang sungguh aku
sendiri takjub dibuatnya, sebab aku sendiri
menyangka bahwa didunia ini mungkin tak
ada lagi orang seperti dia.
Tahun 2007 Silam, aku dipaksa orang tuaku
menikah dengan seorang pria, Kak Arfan
namanya, Kak Arfan adalah seorang lelaki
yang tinggal sekampung denganku, tapi dia
seleting dengan kakakku saat sekolah dulu,
usia kami terpaut 4 Tahun, yang aku tahu,
bahwa sejak kecilnya Kak Arfan adalah anak
yang taat kepada orang tuanya, dan juga
Rajin ibadahnya, dan tabiatnya seperti itu
terbawa-bawa sampai ia dewasa, aku
merasa risih sendiri dengan Kak Arfan
apabila berpapasan dijalan, sebab sopan
santunya sepertinya terlalu berlebihan pada
orang-orang, geli aku menyaksikannya, yah,
kampungan banget gelagatnya…, setiap ada
acara-acara ramai dikampungpun Kak
Arfan tak pernah kelihatan bergabung sama
teman-teman seusianya, yaah, pasti kalau
dicek kerumahnyapun gak ada, orang
tuanya pasti menjawab “Kak Arfan dimesjid
nak, menghadiri taklim”, dan memang
mudah sekali mencari Kak Arfan, sejak lulus
dari Pesantren Al-Khairat Kota Gorontalo,
Kak Arfan sering menghabiskan waktunya
membantu orang tuanya jualan, kadang
terlihat bersama bapaknya dikebun atau
disawah, meskipun kadang sebagian teman
sebayanya menyayangkan potensi dan
kelebihan-kelebihannya yang tidak
tersalurkan.