Selasa, 23 Oktober 2012

Hukum Menyembelih Hewan Kurban Malam Hari


Voa-Islam.com - Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah untuk baginda Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabantya.
Udhiyyah (menyembelih hewan kurban) adalah ibadah yang memiliki ketetapan waktunya. Tidak sah dikerjakan sebelum masuk atau sesudah lewat waktunya. Kecuali orang yang mengakhirkannya karena udzur seperti hewan kurban lepas dan tidak lekas ditemukan kecuali setelah habisnya waktu penyembelihan atau hewan tersebut dititipkan kepada orang untuk menyembelihnya lalu orang tersebut lupa sehingga habis waktunya, maka tidak apa-apa hewan tersebut disembelih sesudah lewat waktunya karena udzur tadi. Hal ini diqiaskan kepada orang yang tertidur dari shalat atau lupa, maka ia boleh shalat sewaktu terbangun dan di saat sudah ingat. (Risalah Ahkam Udhiyyah wa Dzakah, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin)

Lahirkan Generasi yang Tahu Bukan Hanya Palestin yang Menangis

Hidayatullah.com - Suatu hari, saya menyebut nama Suriah di dalam sebuah pembicaraan yang dihadiri oleh teman-teman sesama muslimah. Tak lain tujuan saya adalah untuk bersama-sama berbagi informasi perihal yang sedang terjadi atas ummat Islam, saudara-saudara seiman.

Rata-rata mengenal nama negara tersebut dan tahu pula lokasi kedudukannya. Namun sayang, banyak teman tidak mengetahui secara tepat dan pasti apa yang sedang terjadi dengan keadaan saudara-saudara Muslim.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda, "Barangsiapa tidak peduli tentang urusan umat Islam, maka bukanlah mereka dari golongannya”.

Tentu, menyalahkan ketidaktahuan mereka seratus peratus bukanlah hal yang adil. Yang jelas, faktor utama adalah, banyak media (khususnya media mainstream) tidak menyampaikan berita dengan benar tentang apa yang terjadi, menyangkut kondisi yang sedang dialami saudara-saudara Muslim. Faktor yang lain, kebanyakan dari kalangan mereka tidak memiliki akses dengan dunia luar, baik dari jalan media cetak alternatif mahupun internet. Dan seandainya ada beberapa yang mengenal internet, mereka lebih mengenalnya sebagai medium jaringan social (seperti Facebook, Twitter dan sejenisnya) yang malangnya, tidak itupun tidak dipergunakan sebaik mungkin.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah kurangnya rasa persaudaraan disebabkan racun nasionalisme yang ditanam  penjajah. Padahal berat sekali penilaian terhadap mereka yang mengaku Muslim namun melupakan atau melalaikan urusan Muslim yang lain. Masalah saudara seiman kenyang atau tidak, sebenarnya menjadi hal yang diperingatkan agama kita (Islam, red), apalagi masalah yang lebih besar dari itu, yakni melibatkan hidup dan mati, yang mengaitkan kehormatan diri dan Islam itu sendiri.

Senin, 01 Oktober 2012

Dokumen yang Bocor: Rezim Assad Lakukan Pemboman Mematikan di Damaskus


Eramuslim.com | Dokumen yang bocor yang diperoleh oleh Al Arabiya mengungkapkan bahwa rezim Presiden Bashar al-Assad lah yang berada di balik sepasang serangan bom mobil yang menewaskan 55 orang di luar sebuah kompleks intelijen militer di daerah Qazzaz Damaskus pada 10 Mei lalu.

Dokumen yang bocor tersebut merupakan bagian dari beberapa dokumen yang sangat rahasia terkait keamanan Suriah yang diperoleh oleh Al Arabiya dari sumber oposisi. Al Arabiya mengatakan bahwa mereka telah memverifikasi dan mengkonfirmasi ratusan dokumen dan memutuskan untuk mengungkapkan dokumen ini yang memiliki nilai berita yang besar dan relevansi politik.

Setelah pemboman kembar di lingkungan Qazzaz di ibukota Damaskus, kementerian luar negeri Suriah mengatakan serangan itu merupakan tanda bahwa Suriah sedang menghadapi terorisme yang didukung asing. Liga Arab, di sisi lain, menyatakan bahwa serangan tersebut dimaksudkan untuk melemahkan misi pengawasan PBB di negara itu yang dipimpin oleh utusan khusus Kofi Annan.

Inilah 4 Syarat untuk Memuluskan Komunis Merebut Kekuasaan


JAKARTA (voa-islam.com) - Sastrawan Taufik Ismail sebagai salah satu pembicara dalam Halaqoh Kebangsaan dengan tema “Mengungkap Fakta dan Peristiwa Kelam Tahun 1965” yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) memaparkan tentang ancaman bahaya laten komunis.
Menurutnya, dalam slide presentasi yang disampaikan dihadapan ratusan hadirin, di kantor MUI Pusat, Jl. Proklamasi No.51 Menteng Jakarta Pusat, pada hari Senin (1/10/2012), ada tiga sumber instruksi tugas partai komunis dalam merebut kekuasaan.
Sumber pertama, Marx dan Engels: “Komunis menganggap tidak perlu menyembunyikan pandangan dan tujuan mereka (merebut kekuasaan politik di setiap negara). Mereka mendeklarasikan secara terbuka bahwa tujuan mereka hanya dapat dicapai dengan menggunakan kekerasan, menggulingkan seluruh sistem sosial yang ada.” (Manifesto Komunis, 1848, halaman 77)