Tampilkan postingan dengan label Islamia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islamia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Siapa Sebenarnya Raja Juli Antoni yang terlibat Debat dengan Fadli Zon di ILC?

JAKARTA—Usai debat soal Muslim Cyber Army (MCA dan hoax dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC) Selasa (6/3/2018) malam, Fadli Zon dikabarkan akan melaporkan Raja Juli Antoni ke Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri. Hal itu diketahui dari cuitan Fadli melalui akun Twitter-nya, Selasa (6/3/2018).
Siapa sebenarnya Raja Juli?
Raja Juli Antoni dikenal sebagai Sekretaris Jendral Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pria kelahiran Riau, 13 Juli 1977 merupakan seorang intelektual sekaligus politikus muda Indonesia.
Bagaimana rekam jejaknya di dunia politik?
Ia pernah menjadi Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan kemudian dipercaya untuk menempati posisi sebagai Direktur Eksekutif Maarif Institut, suatu lembaga yang didirikan oleh mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syarif Maarif.

Kamis, 08 Maret 2018

Soal Larangan Bercadar di UIN Suka, Menristekdikti: Pemerintah Tak Pernah Melarang

JAKARTA—Terkait peraturan kampus Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta yang melarang mahasiswinya bercadar ditanggapi oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohammad Nasir.
Nasir menyatakan, pemerintah tidak pernah melarang pemakaian cadar bagi mahasiswi di kampus.
Menurut Nasir, Kebijakan pelarangan itu merupakan kewenangan atau otoritas sepenuhnya kampus. Dan pemerintah hanya melarang jika ada unsur radikalisme yang berkembang di dalam kampus.
“Larangan mahasiswi bercadar bagi saya hak seseorang. Radikalisme yang kami larang. Tentang mereka berpakaian, laki-laki mau pakai kopiah, ya silakan, asal memenuhi etika. Itu (larangan ber cadar) saya serahkan kepada perguruan tinggi,” ujar Nasir, pada Rabu (07/03/2018)kemarin.
Sumber: www.islampos.com

Ghouta dalam Dekapan ‘’Cinta”

Oleh: Diyaa Aaisyah SPA
Penulis tinggal di Candran, Sidoarum, Sleman, salmaaxia1@gmail.com
Tragedi kemanusiaan di Ghouta sepertinya telah bergeser menjadi pembantaian. Kekuatan militer dikerahkan untuk membombardir warga sipil tanpa pandang bulu.
Hingga saat ini korban terus berjatuhan dari pihak warga sipil dan oposisi. Sebanyak 1.200 orang terluka, 400.000 orang terpaksa berlindung di dalam ruang bawah tanah dan gua.
Kondisi ini diperparah dengan akses logistik yang tertutup karena kondisi Ghouta yang terus digempur oleh alutsista pasukan Suriah dan hujan es.

Jumat, 27 Januari 2017

Bekal Seorang Pendidik

Copas group WA

*RAHASIA pendidikan GONTOR*

🌾Dalam sebuah forum di GSG (Gedung Serba Guna)  PP Al Ishlah Bondowoso, seorang ustadz bertanya kepada KH. Abdullah Syukri Zarkasyi. Salah satu Pimpinan PP Modern Darussalam Gontor Ponorogo:

"Adakah amalan-amalan khusus yang dilakukan oleh para pimpinan Gontor sehingga Gontor menjadi Pondok Modern yang sangat maju dan memiliki banyak cabang resmi seperti saat ini?"

(Waktu itu,  cabang resmi Gontor sudah  berjumlah 9 di seluruh Indonesia. Itu belum termasuk ratusan pondok yang didirikan oleh para alumninya)

Kyai Syukri tersenyum dan tertawa kecil mendengar pertanyaan itu. Kemudian beliau menjawab,  bahwa tidak ada amalan-amalan khusus yang dilakukan oleh para pengasuh Gontor kecuali melaksanakan amalan yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

🌾Kemudian beliau menyampaikan pepatah arab yang masyhur terkait dengan guru dan pembelajaran:

المادة مهمة ولكن الطريقة اهم من المادة

"Materi Pembelajaran adalah sesuatu yang penting, tetapi metode pembelajaran jauh lebih penting daripada materi pembelajaran"

Jadi,  sebagus apa pun materi pembelajaran,  namun jika metode pembelajarannya kurang baik,  maka hasilnya kurang maksimal.

🌾Lalu beliau melanjutkan dgn bait berikutnya....

الطريقة مهمة ولكن المدرس اهم من الطريقة

_"Metode pembelajaran adalah sesuatu yang penting,_  *tetapi guru jauh lebih penting daripada metode pembelajaran"*

Sehingga,  sebagus apa pun metode pembelajaran,  tetapi jika guru yang bersangkutan tidak mampu mengajar dengan metode tersebut, maka hasilnya pun sama, tidak akan maksimal.

🌾 Kemudian beliau menyampaikan ungkapan yang sangat inspiratif, yaitu:

المدرس مهم ولكن روح المدرس اهم من المدرس

*_"Guru adalah sesuatu yang penting,  tetapi *jiwa guru* _jauh lebih penting dari seorang guru itu sendiri."_

Ungkapan yang sangat luar biasa!

*Jiwa Guru* jauh lebih penting! Ya,  kekuatan batin,  _lebih didahulukan daripada kekuatan dzohir._

🌾Kyai Syukri menjelaskan bahwa *cara  membangun jiwa adalah dengan meningkatkan kedekatan kita kepada Alloh (اَلتَّقَرُبُ إلى اللّٰه )*. _Dengan melakukan amalan-amalan wajib,  ditambah dan disempurnakan dengan amalan-amalan sunnah._

_Bayangkan jika kita..._

🌿 *_mengajar dgn 'jiwa'_*

🌿 *_Niat kita ikhlas dalam mengajar,_* membimbing dan mendidik murid, ikhlas dalam menasehati, 

🌿 *_disiplin ketika mengajar_*, dalam kehadiran, menyiapkan dan melaksanakan pembelajaran

🌿 *_berakhlak baik kepada murid,_*

🌿 *_mendoakan mereka disetiap selesai sholat_* kita atau bahkan...

🌿 mendoakan mereka di sepertiga malam-malam kita.

🌾 Insyaa Allah Ilmu dan nasehat-nasehat yang kita berikan terpancar murni dari relung jiwa.

Masyaa Alloh..

Dahsyat sekali.

Maka para murid akan lebih mudah menerima ilmu dan nasehat-nasehat kita. *Karena yang berasal dari jiwa, akan diterima oleh jiwa. Yang bersumber dari hati,  akan diterima oleh hati.*

Pembelajaran kita di kelas akan penuh makna,  para murid akan selalu mengenang kita sebagai guru yang luar biasa dan pahala yang besar telah menanti kita di akhirat nanti.

InsyaAlloh.

👍🏼Saudaraku...
_Kita semua adalah guru._
*_Paling tidak sebagai guru untuk anak dan isteri atau suami kita._*

💟Semoga Allah SWT senantiasa menuntun kita semua dengan keluhuran dan kasih sayang-Nya. Aamiin...

Minggu, 14 Juni 2015

Parade Ramadhan

Nama kegiatan            : Parade Ramadhan
Hari/tanggal                : Ahad, 14 Juni 2015
Waktu                         : 07.00-09.00
Tempat                        : Desa Kertonatan, Kecamatan Kartasusa, Kabupaten Sukoharjo

Parade Ramadhan adalah kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadhan. Tema “Marhaban Yaa Ramadhan: Perbaiki diri, Perbanyak Amal Sholeh Tebar Kebajikan”.
Acara ini diikuti oleh :
·         TPQ Al-Falakh, Kertonatan
·         TPQ Al-Jihad, Kalitan
·         TPQ Ar-Rohim SD N 1 Kertonatan
·         TPQ Ar-Rohim, Kapulagan
·         TPQ Baitul Muslim, Tegalbrojol
·         TPQ Al-Falah Syafi’i, Wirocanan
·         Rumah Tahfidz Ibnu Muslim, Kertonatan
·         TK Aisyiyah, Kertonatan
·         MI M Kertonatan
·         Remaja Masjid Kertonatan
Penyelenggara acara ini adalah takmir masjid Kertonatan, sekaligus bekerja sama dengan TPQ se-kelurahan Kertonatan. Rute parade yaitu start dari masjid al-Falakh Keronatan kemudian mengelilingi sepanjang jalan utama kampung Kertonatan dan masuk ke perumahan-perumahan, finish di masjid Al-Jihad, Kalitan. Di sela-sela parade, para pemuda membagikan jadwal imsakiyah bulan Ramadhan kepada warga yang melihat di sepanjang jalan.
Muhammad Agus Santoso, S. Pd I selaku ketua panitia menjelaskan, bahwa kegiatan parade ini sebagai syi’ar Islam sekaligus untuk menyambut bulan yang penuh berkah, yaitu bulan Ramadhan.
Dengan adanya parade ini warga desa Kertonatan sangat antusias untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Hal ini terlihat dengan banyaknya peserta yang berjumlah kurang lebih 450 dan warga yang keluar untuk melihat parade, selain itu banyak warga yang mengapresiasi sehingga harapan panitia dapat menjadikan agenda ini bisa menjadi agenda tahunan untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Selasa, 26 Mei 2015

Ada yang Lebih Sakit daripada Melahirkan bagi Ibu

“IBU, masakin air bu. Aku mau mandi pakai air hangat,” seorang anak meminta ibunya menyiapkan air hangat untuk mandinya.
Sang ibu dengan ikhlas melaksanakan apa yang diperintah oleh sang anak.
Dengan suara lembut ibunya menyahut, “Iya, tunggu sebentar ya, sayang!”
“Jangan terlalu lama ya Bu! Soalnya saya ada janji sama tema,.” ujar sang anak.
Tidak lama kemudian sang ibu telah usai menyiapkan air hangat untuk buah hatinya.
“Nak, air hangatnya sudah siap,” ibu itu memberi tahu.
“Lama sekali sih, Bu…” sang anak sedikit membentak.
Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi, sang anak berpamitan kepada ibunya, “Bu, saya keluar dulu ya, mau jalan-jalan sama teman.”
“Mau kemana nak?” tanya sang ibu.
“Kan sudah aku bilang, saya  mau keluar jalan-jalan sama teman,” kata sang anak sambil mengerutkan dahi.

Selasa, 21 April 2015

BELAJAR DARI SHAFIYYAH BINTI ABDUL MUTHALIB

Shahabiyah adalah sahabat Rasulullah saw dari kalangan Muslimah, mereka adalah wanita – wanita tangguh di medan jihad dan dakwah. Ujian demi ujian, mereka senantiasa menghadapinya dengan penuh kesabaran. Mereka mujahidah sejati sepanjang masa, yang tidak pernah lekang oleh waktu dan zaman. Mereka juga ikut terjun ke medan jihad bersama Rasulullah saw, menyiapkan logistik dan obat – obatan untuk para pasukan Muslimin yang terluka. Subhanallah.

Muslimah seperti halnya para shahabiyah tidak mudah mengeluh, tidak cengeng, mampu menjaga kehormatan diri dan izzah Islam, yang melahirkan generasi mujahid yang senantiasa membela Islam di medan jihad sampai titik darah penghabisan serta senantiasa tegar menghadapi penindasan yang dilancarkan oleh musuh – musuh Islam. Bahkan, tidak jarang menjadi barisan paling belakang saat di medan jihad. Tujuannya untuk menghadang pasukan Muslimin yang lari dari medan jihad.

Jumat, 30 Januari 2015

Catat ! Ini Tentang Kematian

Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu hindari, sungguh pasti akan menemuimu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah, Zat yang mengetahui sesuatu yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia mengabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS. Al-Jumu’ah :8)

Kematian, adalah suatu keniscayaan yang tak akan mungkin dapat kita elakan kedatangannya. Dia menyapa siapa saja yang dikehendakinya, tanpa mengenal usia, pangkat, atau jumlah kekayaan seseorang. Dia datang menyapa siapa saja tak mengenal dimensi ruang dan waktu. Ketika seseorang mengalami kematian, maka itu adalah waktu yang memang telah Allah rencanakan, jauh sebelum kita dilahirkan. Sayangnya, tak satupun dari kita dapat mengetahui kapan waktunya kematian itu menyapa. Sayangnya,ada sebagian dari kita yang tak bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan kematian.

Kematian bukanlah akhir dari perjalanan diciptakannya manusia. kematian bukanlah titik final dalam menjalani kehidupan. Sebaliknya, kematian adalah awal dari kehidupan yang sebenarnya. Kehidupan yang telah Allah persiapkan bagi hamba-Nya. Kehidupan yang dipenuhi dengan berbagai kenikmatan abadi, atau kehidupan yang dipenuhi oleh siksa Illahi.

Senin, 27 Oktober 2014

Sejarah Puasa Asyura

Sejarah puasa Asyura yang dimaksud adalah puasa Asyura diterapkan melalui beberapa tahapan berikut.
Tahapan pertama: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan puasa ‘Asyura di Makkah dan beliau tidak perintahkan yang lain untuk melakukannya.
Dari ’Aisyah -radhiyallahu ’anha-, beliau berkata,
كَانَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ تَصُومُهُ قُرَيْشٌ فِى الْجَاهِلِيَّةِ ، وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُهُ ، فَلَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ صَامَهُ ، وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ ، فَلَمَّا فُرِضَ رَمَضَانُ تَرَكَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ ، فَمَنْ شَاءَ صَامَهُ ، وَمَنْ شَاءَ تَرَكَهُ
”Di zaman jahiliyah dahulu, orang Quraisy biasa melakukan puasa ’Asyura. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam juga melakukan puasa tersebut. Tatkala tiba di Madinah, beliau melakukan puasa tersebut dan memerintahkan yang lain untuk melakukannya. Namun tatkala puasa Ramadhan diwajibkan, beliau meninggalkan puasa ’Asyura. (Lalu beliau mengatakan:) Barangsiapa yang mau, silakan berpuasa. Barangsiapa yang mau, silakan meninggalkannya (tidak berpuasa).” (HR. Bukhari no. 2002 dan Muslim no. 1125)

Jumat, 26 September 2014

Dendam Itu Berubah

Seorang lelaki yang baru menikah tinggal menumpang di rumah mertuanya. Beberapa saat tinggal bersamanya, akhirnya ia demikian kesal dengan ibu mertuanya yang menurutnya sangat brengsek, cerewet, bawel, bossy, dan angkuh sekali.

Setelah dua tahun, baginya cukup sudah penderitaan itu. Ia memutuskan untuk mengakhiri dengan berencana membunuh ibu mertuanya. Setelah memutar otak, ia pergi mendatangi dukun yang paling sakti di daerahnya.

Usai bercerita dengan penuh kegeraman, sang dukun tersenyum dan mengangguk-angguk. Diberinya sebotol cairan yang menurut petunjuk dukun adalah racun yang sangat mematikan. Syaratnya harus diberikan sedikit demi sedikit selama 2 bulan, dan dalam memberikan ia diharuskan bersikap manis, berkata lebih sopan, serta selalu tersenyum. Hal ini untuk membuat si mertua supaya tidak mencurigainya. Dengan penuh kesabaran, hari demi hari ia mulai meracuni si mertua, tentunya dengan sikap manis, tutur kata yang lebih santun serta senyum yang tidak lepas dari mulutnya. Perlahan namun pasti ia mulai melihat perubahan pada mertuanya.

Rabu, 10 September 2014

Kisah dari Sebuah Kaos Kaki Bolong

Seorang kaya raya, sedang sakit parah. Menjelang ajal menjemput dikumpulkanlah anak-anak tercintanya. Orang kaya itu berwasiat kepada anak-anaknya, “Anak-anakku, jika ayah sudah dipanggil yang Maha Kuasa, ada permintaan ayah kepada kalian. “Tolong pakaikan kaos kaki kesayangan ayah, walaupun kaos kaki itu sudah robek. Ayah ingin memakai barang kesayangan semasa ayah bekerja di kantor, dan ayah ingin kenangan kaos kaki itu tetap ada sampai ayah dikubur nanti.

Singkat cerita akhirnya sang ayah meninggal dunia. Saat mengurus Jenazah dan saat mengkafani, anak-anaknya meminta ke pak modin untuk memakaikan kaos kaki yg robek itu sesuai wasiat ayahnya.

Akan tetapi pak modin menolaknya, “Maaf secara syariat hanya dua lembar kain putih saja yang boleh dipakaikan kepada jenazah”.

Terjadi diskusi panas antara anak-anak yang ingin memakaikan kaos kaki robek dan pak modin sebagai ustad yang melarangnya. Karena tidak ada titik temu dipanggilah penasihat keluarga sekaligus notaris.

Beliau menyampaikan, “Sebelum meninggal bapak menitipkan surat wasiat, ayo kita buka bersama-sama siapa tahu ada petunjuk.”

Jumat, 22 Agustus 2014

Andai Gaza di Depan Rumahmu

Apa yang biasanya kautemui di depan rumahmu ketika bangun dari tidurmu? Apa yang biasa kau lihat? Apa yang biasa kau hirup? Apa yang biasa kaurasakan? Tepat setelah kau bangun dari tidurmu dan kau buka pintu rumahmu?
Pernahkah kau bayangkan, ketika kau buka matamu, yang biasa kau temui di pagi harimu, segalanya menjadi jauh berbeda?
Ketika kau membuka mata. Ada pemandangan yang tak pernah kau kira. Ketika kau membuka mata. Ada Gaza.
***
Andai Gaza di depan rumahmu. Apa yang akan kaulakukan Saudaraku?
Tak perlu kau tanyakan bagaimana bisa. Meskipun cuma seandainya, tak ada hal yang tak mungkin bagi-Nya. Cukup bayangkan saja…
Ketika pagi, kau buka matamu. Kau heran, kenapa tak ada suara azan terdengar? Alih-alih, justru suara-suara menggelegar?
Lalu kau bergegas menuju pintu rumahmu. Kau buka, lalu seketika tak percaya.

Senin, 02 Desember 2013

Di Mana Syurgamu Wahai Suami?

Perkahwinan merupakan suatu tuntutan agama dalam meraikan fitrah makhluk ciptaan-Nya. Perkahwinan merupakan satu jalan mencapai keredhaan Allah dalam menuju syurga-Nya. Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk berkahwin seperti firman-Nya:
“Dan kahwinlah orang bujang (Lelaki atau perempuan) dari kalangan kamu, dan orang yang salih dari hamba-hamba kamu, lelaki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah swt akan memberikan kekayaan kepada mereka dari limpa kurnia-Nya, kerana Allah swt Maha Luas (rahmat-Nya dan limpah kurnia-Nya), lagi Maha Mengetahui” (Surah An-Nur 24:32)
Kekayaan yang dianugerahi Allah ini bukan semata-mata dalam konteks wang ringgit dan harta, tetapi kekayaan diri yang merasakan diri cukup dengan nikmat-nikmat Allah yang seterusnya mendekatkan kita dengan syurga-Nya. Tanyalah pasangan yang telah berkahwin, pasti mereka berasa nikmat Allah itu meliputi mereka kerana isteri itu tidak lain tidak bukan adalah anugerah Allah.
Dan kekayaan melalui nikmat itulah yang Allah rakamkan dalam Firman-Nya:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. ” (QS. 30:21)

Rabu, 17 Juli 2013

Doa Paling Shahih saat Berbuka Puasa

Al-hamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam atas Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya.
Saat berbuka puasa merupakan saat yang membahagiakan bagi shaimin. Haus dan dahaga terobati dengan hidangan berbuka. Namun, di tengah kesenangan itu janganlah lupa akan tuntunan dalam menyantap hidangan berbuka, yaitu dzikir atau doa.
Saat akan menyantap hidangan berbuka hendaknya membaca basmalah (bismillah):
بِسْمِ اللَّهِ
Bismillaah
"Dengan menyebut nama Allah"
Dzikir di atas didasarkan pada hadits Umar bin Abi Salamah yang berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallamtelah bersabda kepadanya:
يَا غُلَامُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ
"Wahai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang berada di dekatmu." (HR Bukhari no. 4957 dan Muslim no. 3767 dari Maktabah Syamilah)
Dan juga hadits Aisyah radliyallah 'anha, bahwa Rasulullahshallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ
"Apabila seorang kalian ingin makan, hendaknya dia membaca "bismillah"." (HR. al Tirmidzi dan Ahmad. Dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 1513)
Dan jika dahaga telah hilang, keringnya tenggorokan telah basah dengan air, dan terasa nikmatnya berbuka, baru berdoa:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Dzahaba Dzoma’u Wabtallatil ‘Uruuqu Wa Tsabatal Ajru Insya Allah
"Telah hilang rasa dahaga, dan dan telah basah kerongkongan, serta telah tetap pahala insya Allah."

Minggu, 19 Mei 2013

Macam-Macam Manusia

Terkadang dalam pergaulan, walaupun sudah bertahun-tahun bergaul, tetap saja ada “senggolan-senggolan” atau “gesekan-gesekan” yang kalau  tidak dikelola dengan baik, hanya akan menambah permusuhan, bukan kawan, apa lagi menjadi sahabat kental, jauh! Dalam kehidupan sehari-hari , sering kali kita menemui  orang-orang dengan berbagai sifat dan wataknya yang berbeda-beda satu sama lain. Dengan mengerti dan mempelajari sesama manusia,  kita akan dapat mudah bergaul dengan mereka, karena akan menghadapi mereka dengan cara dan sikap yang berbeda, disesuaikan dengan watak dan sifat masing-masing.
Bagaimanapun dalam pergaulan akan selalu saja ada perbedaan,  nah untuk menuju kebersamaan dan terjadinya persahabatan yang erat satu sama lain,  maka tulisan ini di buat,  bukan perbedaannya yang kita tonjolkan, tapi persamaannya, titik temunya. Karena bila perbedaan yang ditonjolkan hanya akan menambah permusuhan, bukan pertemanan atau persahabatan yang terjadi, apa lagi kalau yang dmunculkan keegoisan masing-masing individu dan merasa paling benar sendirian, ini tanda-tanda permusuhan diam-diam dan biasanya akan menyebar fitnah ke mana-mana.
Semoga dengan mengetahui penggolongan manusia ini, kita akan semakin arif dalam bergaul dengan sesama dimanapun kita berada.  Penggolongan jenis manusia ini berdasarkan pendapat  pribadi dan observasi biasa, bukan dengan penelitian yang serius, hanya berdasarkan pengamatan ketika bergaul dengan orang-orang disekelingi dalam hidup sehari-hari. Semoga bermanfaat dan berkenan.

Jumat, 23 November 2012

Hukum Dan Hikmah Puasa Tasu'a

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada sayyidil Anam, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Disunnahkan untuk menambah puasa 'Asyura dengan puasa pada hari sebelumnya, yaitu tanggal Sembilan Muharram yang dikenal dengan hari Tasu’a. Tujuannya, untuk menyelisihi kebiasaan puasanya Yahudi dan Nashrani.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhuma, beliau berkata, “Ketika Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa padanya, mereka menyampaikan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari itu adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nashrani.’ Lalu beliau Shallallaahu 'Alaihi Wasallam bersabda, ‘Kalau begitu, pada tahun depan insya Allah kita berpuasa pada hari kesembilan’. Dan belum tiba tahun yang akan datang, namun Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam sudah wafat.” (HR. Muslim, no. 1916)
Berkata Imam al-Syafi’i dan para sahabatnya, Ahmad, Ishaq dan selainnya, “Disunnahkan berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh secara  keseluruhan, karena Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam telah berpuasa pada hari ke sepuluh dan berniat puasa pada hari kesembilan.”

Solo, Bandung dan Jakarta Siang ini Serempak Aksi Solidaritas Gaza

SOLO - Ribuan massa siang ini Jum'at 23/11 menggelar aksi solidaritas untuk Gaza. Jumlah massa diperkirakan mencapai lima ribu orang. Dari tiga titik berbeda mereka akan menuju secara bersama-sama ke bundaran Gladak, ujung timur Jalan Slamet Riyadi, Solo.

Massa tersebut merupakan gabungan beberapa organisasi masyarakat. Beberapa di antaranya adalah Forum Pemuda Pasar Kliwon, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Solo, dan Umat Islam Peduli Palestina.

PKS akan berangkat dari Kota Barat. Sementara gabungan ormas Islam lainnya berangkat dari Sriwedari, dan Hizbut Tahrir Indonesia menggelar aksinya didepan Gedung DPRD Kota Surakarta. Mereka semua akan berjalan menuju satu titik di Gladak. Aksi mereka lakukan untuk mendukung Palestina dan menolak agresi militer yang dilakukan Israel.

Selasa, 23 Oktober 2012

Hukum Menyembelih Hewan Kurban Malam Hari


Voa-Islam.com - Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah untuk baginda Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabantya.
Udhiyyah (menyembelih hewan kurban) adalah ibadah yang memiliki ketetapan waktunya. Tidak sah dikerjakan sebelum masuk atau sesudah lewat waktunya. Kecuali orang yang mengakhirkannya karena udzur seperti hewan kurban lepas dan tidak lekas ditemukan kecuali setelah habisnya waktu penyembelihan atau hewan tersebut dititipkan kepada orang untuk menyembelihnya lalu orang tersebut lupa sehingga habis waktunya, maka tidak apa-apa hewan tersebut disembelih sesudah lewat waktunya karena udzur tadi. Hal ini diqiaskan kepada orang yang tertidur dari shalat atau lupa, maka ia boleh shalat sewaktu terbangun dan di saat sudah ingat. (Risalah Ahkam Udhiyyah wa Dzakah, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin)

Lahirkan Generasi yang Tahu Bukan Hanya Palestin yang Menangis

Hidayatullah.com - Suatu hari, saya menyebut nama Suriah di dalam sebuah pembicaraan yang dihadiri oleh teman-teman sesama muslimah. Tak lain tujuan saya adalah untuk bersama-sama berbagi informasi perihal yang sedang terjadi atas ummat Islam, saudara-saudara seiman.

Rata-rata mengenal nama negara tersebut dan tahu pula lokasi kedudukannya. Namun sayang, banyak teman tidak mengetahui secara tepat dan pasti apa yang sedang terjadi dengan keadaan saudara-saudara Muslim.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda, "Barangsiapa tidak peduli tentang urusan umat Islam, maka bukanlah mereka dari golongannya”.

Tentu, menyalahkan ketidaktahuan mereka seratus peratus bukanlah hal yang adil. Yang jelas, faktor utama adalah, banyak media (khususnya media mainstream) tidak menyampaikan berita dengan benar tentang apa yang terjadi, menyangkut kondisi yang sedang dialami saudara-saudara Muslim. Faktor yang lain, kebanyakan dari kalangan mereka tidak memiliki akses dengan dunia luar, baik dari jalan media cetak alternatif mahupun internet. Dan seandainya ada beberapa yang mengenal internet, mereka lebih mengenalnya sebagai medium jaringan social (seperti Facebook, Twitter dan sejenisnya) yang malangnya, tidak itupun tidak dipergunakan sebaik mungkin.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah kurangnya rasa persaudaraan disebabkan racun nasionalisme yang ditanam  penjajah. Padahal berat sekali penilaian terhadap mereka yang mengaku Muslim namun melupakan atau melalaikan urusan Muslim yang lain. Masalah saudara seiman kenyang atau tidak, sebenarnya menjadi hal yang diperingatkan agama kita (Islam, red), apalagi masalah yang lebih besar dari itu, yakni melibatkan hidup dan mati, yang mengaitkan kehormatan diri dan Islam itu sendiri.

Senin, 01 Oktober 2012

Dokumen yang Bocor: Rezim Assad Lakukan Pemboman Mematikan di Damaskus


Eramuslim.com | Dokumen yang bocor yang diperoleh oleh Al Arabiya mengungkapkan bahwa rezim Presiden Bashar al-Assad lah yang berada di balik sepasang serangan bom mobil yang menewaskan 55 orang di luar sebuah kompleks intelijen militer di daerah Qazzaz Damaskus pada 10 Mei lalu.

Dokumen yang bocor tersebut merupakan bagian dari beberapa dokumen yang sangat rahasia terkait keamanan Suriah yang diperoleh oleh Al Arabiya dari sumber oposisi. Al Arabiya mengatakan bahwa mereka telah memverifikasi dan mengkonfirmasi ratusan dokumen dan memutuskan untuk mengungkapkan dokumen ini yang memiliki nilai berita yang besar dan relevansi politik.

Setelah pemboman kembar di lingkungan Qazzaz di ibukota Damaskus, kementerian luar negeri Suriah mengatakan serangan itu merupakan tanda bahwa Suriah sedang menghadapi terorisme yang didukung asing. Liga Arab, di sisi lain, menyatakan bahwa serangan tersebut dimaksudkan untuk melemahkan misi pengawasan PBB di negara itu yang dipimpin oleh utusan khusus Kofi Annan.

Quotes Syaikh Aidh Al Qorni (Penulis buku La Tahzan)

Berhenti sejenak Berhentilah sejenak. Renungkan, hayati, dan bertakwalah kepada Allah dalam urusan diri dan masa depanmu. Karena pada suatu ...