Jumat, 30 Januari 2015

Catat ! Ini Tentang Kematian

Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu hindari, sungguh pasti akan menemuimu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah, Zat yang mengetahui sesuatu yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia mengabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS. Al-Jumu’ah :8)

Kematian, adalah suatu keniscayaan yang tak akan mungkin dapat kita elakan kedatangannya. Dia menyapa siapa saja yang dikehendakinya, tanpa mengenal usia, pangkat, atau jumlah kekayaan seseorang. Dia datang menyapa siapa saja tak mengenal dimensi ruang dan waktu. Ketika seseorang mengalami kematian, maka itu adalah waktu yang memang telah Allah rencanakan, jauh sebelum kita dilahirkan. Sayangnya, tak satupun dari kita dapat mengetahui kapan waktunya kematian itu menyapa. Sayangnya,ada sebagian dari kita yang tak bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan kematian.

Kematian bukanlah akhir dari perjalanan diciptakannya manusia. kematian bukanlah titik final dalam menjalani kehidupan. Sebaliknya, kematian adalah awal dari kehidupan yang sebenarnya. Kehidupan yang telah Allah persiapkan bagi hamba-Nya. Kehidupan yang dipenuhi dengan berbagai kenikmatan abadi, atau kehidupan yang dipenuhi oleh siksa Illahi.

Senin, 19 Januari 2015

Kisah Garuda GA21 di Bengawan Solo "Doa Pilot Abdul Rozaq Menjelang Pendaratan Darurat: Selamatkan Penumpang"

Surakarta - Pendaratan darurat pesawat Garuda Indonesia GA421 di Sungai Bengawan Solo pada 16 Januari 2002 lalu sangat legendaris. Sang pilot, Abdul Rozaq (58) dalam kondisi mati mesin, listrik dan saluran komunikasi, mengaku detik-detik kematian sudah di depan mata. Kopilot Haryadi Gunawan tetap berusaha mengabarkan "Mayday Mayday" ke ATC meski saluran komunikasi sudah mati. "Sudah taruh saja, mari kita berdoa," pinta pilot Rozaq.

Pilot Abdul Rozaq saat ditemui di rumahnya
Saat itu pilot Abdul Rozaq sudah pasrah karena semua usaha menyalakan mesin tidak berhasil. Kala pesawat masih terguncang-guncang dalam awan Cumulonimbus (CB), pilot Rozaq memohon bimbingan Tuhan.