Jumat, 27 Januari 2017

Bekal Seorang Pendidik

Copas group WA

*RAHASIA pendidikan GONTOR*

🌾Dalam sebuah forum di GSG (Gedung Serba Guna)  PP Al Ishlah Bondowoso, seorang ustadz bertanya kepada KH. Abdullah Syukri Zarkasyi. Salah satu Pimpinan PP Modern Darussalam Gontor Ponorogo:

"Adakah amalan-amalan khusus yang dilakukan oleh para pimpinan Gontor sehingga Gontor menjadi Pondok Modern yang sangat maju dan memiliki banyak cabang resmi seperti saat ini?"

(Waktu itu,  cabang resmi Gontor sudah  berjumlah 9 di seluruh Indonesia. Itu belum termasuk ratusan pondok yang didirikan oleh para alumninya)

Kyai Syukri tersenyum dan tertawa kecil mendengar pertanyaan itu. Kemudian beliau menjawab,  bahwa tidak ada amalan-amalan khusus yang dilakukan oleh para pengasuh Gontor kecuali melaksanakan amalan yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

🌾Kemudian beliau menyampaikan pepatah arab yang masyhur terkait dengan guru dan pembelajaran:

المادة مهمة ولكن الطريقة اهم من المادة

"Materi Pembelajaran adalah sesuatu yang penting, tetapi metode pembelajaran jauh lebih penting daripada materi pembelajaran"

Jadi,  sebagus apa pun materi pembelajaran,  namun jika metode pembelajarannya kurang baik,  maka hasilnya kurang maksimal.

🌾Lalu beliau melanjutkan dgn bait berikutnya....

الطريقة مهمة ولكن المدرس اهم من الطريقة

_"Metode pembelajaran adalah sesuatu yang penting,_  *tetapi guru jauh lebih penting daripada metode pembelajaran"*

Sehingga,  sebagus apa pun metode pembelajaran,  tetapi jika guru yang bersangkutan tidak mampu mengajar dengan metode tersebut, maka hasilnya pun sama, tidak akan maksimal.

🌾 Kemudian beliau menyampaikan ungkapan yang sangat inspiratif, yaitu:

المدرس مهم ولكن روح المدرس اهم من المدرس

*_"Guru adalah sesuatu yang penting,  tetapi *jiwa guru* _jauh lebih penting dari seorang guru itu sendiri."_

Ungkapan yang sangat luar biasa!

*Jiwa Guru* jauh lebih penting! Ya,  kekuatan batin,  _lebih didahulukan daripada kekuatan dzohir._

🌾Kyai Syukri menjelaskan bahwa *cara  membangun jiwa adalah dengan meningkatkan kedekatan kita kepada Alloh (اَلتَّقَرُبُ إلى اللّٰه )*. _Dengan melakukan amalan-amalan wajib,  ditambah dan disempurnakan dengan amalan-amalan sunnah._

_Bayangkan jika kita..._

🌿 *_mengajar dgn 'jiwa'_*

🌿 *_Niat kita ikhlas dalam mengajar,_* membimbing dan mendidik murid, ikhlas dalam menasehati, 

🌿 *_disiplin ketika mengajar_*, dalam kehadiran, menyiapkan dan melaksanakan pembelajaran

🌿 *_berakhlak baik kepada murid,_*

🌿 *_mendoakan mereka disetiap selesai sholat_* kita atau bahkan...

🌿 mendoakan mereka di sepertiga malam-malam kita.

🌾 Insyaa Allah Ilmu dan nasehat-nasehat yang kita berikan terpancar murni dari relung jiwa.

Masyaa Alloh..

Dahsyat sekali.

Maka para murid akan lebih mudah menerima ilmu dan nasehat-nasehat kita. *Karena yang berasal dari jiwa, akan diterima oleh jiwa. Yang bersumber dari hati,  akan diterima oleh hati.*

Pembelajaran kita di kelas akan penuh makna,  para murid akan selalu mengenang kita sebagai guru yang luar biasa dan pahala yang besar telah menanti kita di akhirat nanti.

InsyaAlloh.

👍🏼Saudaraku...
_Kita semua adalah guru._
*_Paling tidak sebagai guru untuk anak dan isteri atau suami kita._*

💟Semoga Allah SWT senantiasa menuntun kita semua dengan keluhuran dan kasih sayang-Nya. Aamiin...

Senin, 21 November 2016

Al Wala' wal Bara'

*BELAJAR KEMBALI TENTANG WALA' WAL BARA'*

Ummat Islam di hari-hari belakangan ini sangat dikejutkan dan dibuat marah dengan adanya statement tidak bertanggung jawab dan memicu kekisruhan yang dilontarkan salah satu gubernur non muslim. Pernyataannya yang mengatakan bahwa al-Qur’an adalah bohong, atau menjadi alat kebohongan, sangat mengiris dan melukai hati kaum muslimin di negeri yang gemah ripah loh jinawi ini. Berbondong-bondong para ulama dan ummat Islam berijtihad menuntut segera diadilinya sang penista agama tersebut, namun sayang hingga artikel ini dituliskan, masih saja sang penista bebas melenggang.

Dilihat sekilas memang ini adalah kesalahan sang penista agama tersebut, mulut yang dimilikinya lancang memasuki domain agama lain yang sama sekali bukan urusannya. Akan tetapi di satu sisi, kita perlu instrospeksi diri juga, kita perlu memikirkan mengapa dirinya sampai bisa terpilih menjadi salah seorang pemimpin di provinsi yang terkenal dengan didominasi oleh ummat Islam? Jawabannya, karena hilangnya prinsip wala’ wal bara’ dari kaum muslimin di tempat tersebut dan di negeri zamrud khatulistiwa tersebut.

Karenanya, belajar kembali tentang al-Wala’ wal Bara’ (loyalitas dan berlepas diri) adalah sebuah kebutuhan yang mendesak untuk diketahui oleh ummat ini. Agar ummat ini tahu siapa yang harus mereka bela, siapa yang tidak boleh mereka bela. Agar ummat Islam ini tahu ke mana keberpihakan harus diberikan, dan ke mana ketidakberpihakan harus dilemparkan.

Prinsip-prinsip al-Wala’ wal Bara’ (loyalitas dan berlepas diri) merupakan prinsip penting yang sayangnya tidak diketahui oleh kebanyakan kita. Dikarenakan memang tidak banyak kajian yang membahasnya, dan karena (tentu saja) tidak diajarkan di sekolah-sekolah di negeri subur makmur bertanah subur ini.

Sabtu, 12 November 2016

Salam dari Erdogan

Bukti Aksi Bela Islam II bukti tidak terkait pilkada
Mereka disatukan dengan Al Qur'an
Diikat dengan iman
Digerakkan dengan keikhlasan
Mereka berkorban semata-mata membela kehormatan, izzah dan kemuliaan.
Ya Allah, lindungi dan tolonglah mereka. Muliakan kedudukannya, tempatkan kepada derajat yang paling tinggi.
Ya Allah hancurkan orang2 yang memusuhimu. Hinakan mereka dan cerai beraikan hati mereka. Amin.